
BANDUNG BARAT – LEMBANG, jurnalpolisi.id
Dengan mengusung tema, “Sawanda Ngawangun Lembur, Sauyunan Ngamumule Budaya, Nyipta Cikahuripan Nu Jembar Tur Raharja” Pemerintah Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat gelar acara Milangkala Desa ke-106 tahun, pada Rabu (26/8/2026).
Dengan makna yang jauh lebih dalam dari sekadar seremonial, “Sehati Membangun Desa, Bersama-sama Menjaga dan Melestarikan Budaya, Menciptakan Desa Cikahuripan Yang Makmur dan Sejahtera” Perayaan Milangkala Desa Cikahuripan tahun ini terasa lebih istimewa, meriah, dan penuh antusiasme dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Yang lebih mengagumkan lagi, momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat ikatan tali silaturahmi, membangkitkan semangat gotong royong warga masyarakat, sekaligus menampilkan potensi unggulan Desa Cikahuripan kehadapan publik.
Kepada Wartawan Jurnal Polisi News, Kepala Desa Cikahuripan Oman Haryanto menjelaskan, bahwa perayaan Milangkala Desa ini merupakan hajat besar seluruh masyarakat yang dilaksanakan terpisah dari rangkaian Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) tahun 2026.
“Kegiatan hari ini adalah perayaan Milangkala Desa Cikahuripan yang ke-106. Semangat warga tahun ini terlihat jauh lebih antusias dari tahun-tahun sebelumnya, apalagi untuk pertama kalinya sepanjang sejarah desa di usia 106 tahun ini bisa menyelenggarakan Pergelaran Wayang Golek,” ujarnya.

Sejarah Adakan Wayang Golek, Harapan Masyarakat Terwujud
Penyelenggaraan Wayang Golek ini merupakan jawaban atas harapan warga yang sudah lama dinantikan, sebelumnya sempat tertunda pandemi covid-19 dan berbagai kendala sebelumnya. Kehadiran seni budaya khas Sunda ini bukan sekadar hiburan, melainkan upaya melestarikan identitas leluhur.
Bukan hanya meriahkan suasana, perhelatan ini juga menjadi pendorong ekonomi warga. Berbagai produk lokal buatan warga tampil di area acara, dan antusiasme pengunjung membuat dagangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) laris manis.
“Produk unggulan desa kami memang berfokus pada hasil karya masyarakat melalui UMKM. Berkat pergelaran wayang golek ini, pedagang lokal sangat bersyukur bisa memasarkan hasil bumi dan olahan mereka, mulai dari bola susu keju hingga berbagai makanan khas lainnya yang kini mulai dikenal hingga di luar Provinsi Jawa Barat,” jelasnya.
Oman bertekad ke depannya tradisi seni ini akan terus dilestarikan: “Langkah kecil jika terus dijalankan pasti akan besar dampaknya. Kami berharap produk lokal desa Cikahuripan semakin dikenal luas dan membawa kesejahteraan bagi seluruh warga.”
Hajat Murni Rakyat, Tanpa Membebankan Warga
Hal yang patut dibanggakan, penyelenggaraan Milangkala Desa Cikahuripan yang ke-106 tahun ini sepenuhnya merupakan wujud kebersamaan dan tidak membebankan biaya kepada warga masyarakat.
“Ini hiburan dari masyarakat, untuk masyarakat. Kami berharap warga sama-sama menjaga ketertiban, keamanan, dan kekondusifan acara ini sebagai bukti persatuan kita,” tegasnya.
Selain itu, Oman Haryanto tak lupa menyampaikan harapan besar untuk Desanya yang ia banggakan: “Semoga ke depannya Desa Cikahuripan semakin sukses, makin mandiri, dan menjadi kebanggaan Kabupaten Bandung Barat. Ayo! Cikahuripan bisa lebih maju lagi”.

DPMD Apresiasi Prestasi Cikahuripan, Jadi Contoh Inovasi Desa Lainnya
Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Barat, Dudi Supriadi turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian Desa Cikahuripan. Ia berharap tata kelola pemerintahan desa dan pelayanan publik makin profesional, pembangunan berlanjut, dan kesejahteraan warga terus meningkat.
Pada kesempatan itu, di tengah tantangan penurunan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD), Dudi mendorong agar seluruh desa di Kabupaten Bandung Barat berinovasi di sektor ekonomi, salah satunya lewat penguatan BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang akan segera beroperasi dalam waktu dekat.
“Sangat optimis! BUMDes berjalan maksimal. BUMDes Cikahuripan bahkan sudah menjadi contoh, telah menerapkan teknologi pertanian modern, lengkap dengan Greenhouse dan sistem irigasi canggih,” jelasnya.
Salah satu prestasi unggulan BUMDes Cikahuripan adalah budidaya tomat BIP dan sayuran hidroponik, yang bahkan dikunjungi mahasiswa perguruan tinggi untuk dikaji. Hasilnya sangat menjanjikan: satu pohon tomat mampu berbuah 4 kilogram dengan harga Rp 20.000 sampai dengan Rp 25.000 per kilogram. Dengan 3.000 pohon yang dikembangkan, potensi pendapatan satu periode mencapai sekitar Rp 240.000.000,- (dua ratus empat puluh juta rupiah).
“Ini baru satu jenis komoditas. Masih banyak potensi lain di Desa Cikahuripan, seperti diantaranya ada peternakan, kerajinan tangan, hingga bola susu keju yang sudah dikenal hingga luar Provinsi Jawa Barat. Budidaya tomat BIP ini bahkan ditetapkan sebagai proyek percontohan atau piloting project BUMDes Kabupaten,” ungkap Dudi.
Menurutnya, sistem ini juga efisien lahan dan tenaga kerja: tidak butuh lahan luas, tidak perlu mencangkul seperti cara konvensional, serta irigasi berjalan otomatis sehingga petani lebih fleksibel. Saat ini dikembangkan dua jenis sayuran utama: tomat dan pakcoy, dengan rencana menambah variasi ke depannya.
Terkait isu persaingan antara BUMDes dan KDMP, Dudi menegaskan keduanya adalah mitra yang saling melengkapi, terutama untuk mendukung program seperti Dapur Makan Bergizi Gratis dan pasar lokal. Pemerintah juga berkomitmen memperbaiki ekosistem pertanian agar petani tidak lagi bergantung pada tengkulak, mulai dari penyediaan bibit, pupuk, hingga jaminan kendali harga dan pemasaran.
“Pesan saya untuk semua desa: mari tingkatkan pelayanan dan profesionalisme, jangan terjebak kondisi ekonomi sulit. Gali dan kembangkan potensi masing-masing seperti yang telah dibuktikan oleh Desa Cikahuripan,” tutur Dudi.
Turut hadir dalam acara Milangkala Desa Cikahuripan yang ke-106 tahun, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail yang datang tanpa Wakil Bupati Asep Ismail, Forum Koordinasi/ Komunikasi Pimpinan Kecamatan Lembang (Forkompimcam), Ketua TP PKK Kecamatan Lembang Hj. Maya Ekawati, mantan Kapolsek Lembang Kompol Hadi Mulyana, S.H., M.H., CHRA., Plt. Ketua APDESI Kabupaten Bandung Barat Agus Karyana, beserta jajaran Kepala Desa di Kecamatan Lembang, tokoh pemuda/ masyarakat dan tamu undangan lainnya. **(DRIV)




