
PURBALINGGA – jurnalpolisi.id
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa SMK Kabupaten Purbalingga menggelar pertemuan rutin yang dirangkai dengan kegiatan berbagi praktik baik bertajuk Terampil Sesorah, Kamis (29/10/2026), di SMK Widya Manggala Purbalingga. Kegiatan ini diikuti 29 guru Bahasa Jawa dan dihadiri Bina Damping Mata Pelajaran Bahasa Jawa MKKS Kabupaten Purbalingga serta Kepala SMK Widya Manggala Purbalingga.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi profesional, memperkuat kolaborasi, serta mengembangkan pembelajaran Bahasa Jawa yang tidak hanya berorientasi pada keterampilan berbahasa, tetapi juga pelestarian budaya dan penanaman karakter.
Ketua MGMP Bahasa Jawa SMK Kabupaten Purbalingga, Ratna Palupi, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru yang hadir serta keluarga besar SMK Widya Manggala yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.
“Guru Bahasa Jawa memiliki tanggung jawab untuk terus nguri-uri budaya Jawa melalui pembelajaran di sekolah. Melalui MGMP, kita dapat meningkatkan kompetensi, saling berbagi praktik baik, dan mencari solusi atas berbagai tantangan pembelajaran. Hari ini, kita belajar bersama tentang keterampilan sesorah sebagai salah satu kemampuan penting yang perlu dikuasai peserta didik,” ungkap Ratna.
Ia juga menyampaikan rencana program MGMP Bahasa Jawa ke depan. Selain pertemuan rutin dan kegiatan berbagi praktik baik, MGMP akan mengembangkan program unggulan karawitan sebagai upaya memperkuat kecintaan terhadap seni dan budaya Jawa.
Sementara itu, Kepala SMK Widya Manggala Purbalingga, Drs. Darimun, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tempat penyelenggaraan pertemuan MGMP Bahasa Jawa.
“Kami merasa senang dan bangga karena SMK Widya Manggala dipercaya menjadi tempat kegiatan MGMP Bahasa Jawa. Bahasa Jawa memiliki nilai filosofi yang mendalam dan menjadi bagian penting dalam penanaman karakter. Melalui pembelajaran Bahasa Jawa, peserta didik dapat belajar tentang nilai-nilai kehidupan, sopan santun, dan penghormatan kepada sesama,” tuturnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Bina Yunandari, S.P., selaku Bina Damping Mata Pelajaran Bahasa Jawa MKKS Kabupaten Purbalingga. Ia menilai MGMP memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas guru melalui kegiatan kolaboratif yang berkelanjutan.
“MGMP merupakan wadah silaturahmi, menimba ilmu, berbagi praktik baik, dan mengembangkan kompetensi bersama. Saya mengapresiasi MGMP Bahasa Jawa yang terus aktif berkegiatan. Manfaatkan forum ini sebaik-baiknya. Apabila ada kendala dalam pembelajaran di kelas, mari kita diskusikan dan mencari solusi bersama,” ujarnya.
Menurutnya, materi Terampil Sesorah sangat relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Jawa karena melatih keberanian berbicara di depan umum sekaligus mengajarkan unggah-ungguh, subasita, dan tata krama.
Pada sesi inti, Ratna Palupi, S.Pd., guru SMKN 1 Kaligondang, bertindak sebagai pemateri berbagi praktik baik Terampil Sesorah. Peserta diajak memahami konsep, struktur, dan langkah-langkah menyusun sesorah, kemudian mempraktikkannya secara langsung menggunakan Bahasa Jawa.
Dalam pemaparannya, Ratna menekankan bahwa keberhasilan sesorah tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga kemampuan menyampaikan pesan dengan baik. Ia memperkenalkan empat unsur penting yang menjadi kunci dalam sesorah, yaitu 4W: Wiraga, Wicara, Wirama, dan Wirasa.
Wiraga berkaitan dengan sikap dan gerak tubuh; wicara mencakup kejelasan pengucapan serta pilihan kata; wirama berkaitan dengan intonasi, tempo, dan jeda; sedangkan wirasa menekankan penghayatan serta kesesuaian ekspresi dengan isi pidato.
Melalui pemahaman keempat unsur tersebut, guru diharapkan mampu mengembangkan pembelajaran sesorah yang lebih menarik, aplikatif, dan mendorong peserta didik untuk berani berbicara di depan umum menggunakan Bahasa Jawa secara santun dan tepat.
Kegiatan praktik juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengasah kemampuan menyusun naskah, mengatur penyampaian, serta menerapkan unggah-ungguh basa sesuai konteks komunikasi.
Pertemuan MGMP Bahasa Jawa SMK Kabupaten Purbalingga ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi untuk melahirkan inovasi pembelajaran, memperkuat kompetensi guru, dan menjaga keberlangsungan budaya Jawa melalui dunia pendidikan. (Arif JPN/RP)




