
Blora,- jurnalpolisi.id
Desa Sendangrejo Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, kembali membuktikan semangat kebersamaannya. Ribuan warga tumpah ruah memadati jalan desa selama tiga hari berturut-turut untuk memeriahkan acara Sedekah Bumi Tahun 2026 .
Puncak acara berlangsung mulai Selasa malam, 7 Juli 2026 dengan pentas seni Campursari dan Sound Horeg yang membuat suasana semakin pecah. Dilanjutkan Rabu 8 Juli 2026 dengan Lomba Karnaval Antar RT dan RW yang diikuti 14 rombongan peserta.Hari terakhir Kamis, 9 Juli 2026 sebagai puncak perayaan digelar pentas ketoprak dari Desa Tempuran Blora.
Sejak pagi hari, jalan utama desa sudah dipadati penonton dari berbagai penjuru. Tidak hanya warga Sendangrejo , warga dari desa tetangga juga datang berbondong bondong untuk menyaksikan kemeriahan karnaval.
Sebanyak 14 rombongan dari tiap RT dan RW menampilkan gerak dan lagu dengan berbagai kostum dan ,kreasi,, ada reog , barongan , ada yang berpakaian adat dll. Tampak yel-yel dan sorak sorai penonton mengiringi setiap rombongan yang melintas.
“Alhamdulillah tahun ini acaranya paling meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini bukan hanya hiburan, tapi juga wujud rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi yang melimpah,” ujar Ismail warga RT 05 RW 02.
Hal senada disampaikan Wadiman atau sering dipanggil Pak Bandrek , warga RT 06 RW 05. Ia mengaku bangga dengan kekompakan warganya.
” Kegiatan karnaval dan semua acara ini murni berasal dari iuran warga. Untuk pentas ketoprak dari Tempuran itu dibiayai dari Dana Pendapatan Asli Desa atau Dana PSD. Semua warga sangat ceria. Penonton juga datang dari desa lain sampai memadati jalur desa,” terangnya.

Kepala Desa Sendangrejo Muhammad Agus Sumarno menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan berbagai acara yang berlangsung . .
“Saya sangat bersyukur pemerintahan Desa Sendangrejo mampu melaksanakan kegiatan seperti ini untuk masyarakat. Ini bukti bahwa dengan gotong royong dan kekompakan, kita bisa menggelar acara besar tanpa membebani warga,” kata Kades.

Menurutnya, Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi, yang setiap tahun selalu kita peringati tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi, melestarikan budaya, dan menggerakkan ekonomi warga melalui UMKM dan pedagang yang berjualan di sepanjang acara.
Kemeriahan semakin terasa pada malam harinya. Panggung Campursari dan dentuman Sound Horeg membuat ribuan warga berjoget hingga larut malam. Lampu-lampu dan sound system raksasa menjadi magnet tersendiri bagi anak muda.
Acara Sedekah Bumi di Sendangrejo ini menjadi bukti bahwa desa mampu menjadi motor penggerak budaya dan hiburan rakyat. Dengan semangat ” siji roso, siji tujuan ” , warga Sendangrejo berharap tradisi yang baik ini terus berlanjut dan semakin meriah di tahun-tahun mendatang.
” Untuk malam nanti akan digelar ketoprak Wahyu Ngesti Budoyo pimpinan Didik dari Desa Tempuran . Seni ketoprak yang sudah terkenal mampu menampilkan pentas yang memukau . Para pelakunya sudah terkenal sangat menjiwai perannya belum lagi para pemainnya terkenal dengan parasnya yang cantik – cantik.. Mari kita tonton bersama . ” Ajak Bu Kades .Sendangrejo kepada warganya.
Tidak ketinggalan seorang warga Siswanto S.Pd
Selaku wakil ketua DPRD Blora yang berdomisili di Desa Sendangrejo juga ikut ma bcnghayubagya ada nya sedekah bumi di desanya dengan menggelar orgen tunggal dirumah kediamannya .
” Saya ikut berpartisipasi akan sedekah bumi di Desa Sendangrejo ,karena saya adalah salah seorang warganya. Semoga segenap warga Desa Sendangrejo senantiasa sehat , bahagia dan hidup kecukupan , amin .” ujar Siswanto disela sela menerima para tamunya. ( Djoks). .





