Balikpapan – jurnalpolisi.id
Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) kembali melakukan rotasi jabatan di jajaran pejabat utama sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja institusi.
Salah satu posisi strategis yang mengalami pergantian adalah Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Kaltim. Jabatan tersebut kini diemban oleh Kombes Pol Restika Pardamean Nenggolan, S.I.K., M.H.
Perwira menengah Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1998 ini menggantikan Kombes Pol Edward Paldede yang mendapat penugasan baru di tingkat Mabes Polri.
Kombes Pol Restika dikenal sebagai sosok perwira berpengalaman dengan rekam jejak panjang di berbagai bidang penugasan.
Sebelum dipercaya menjabat Dirpolairud Polda Kaltim pada 2025, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kapolres Siak pada 2016 serta Kapolres Dumai pada periode 2017 hingga 2020.
Selain itu, ia juga pernah bertugas sebagai analis kebijakan di bidang pendidikan pada STIK Lemdiklat Polri, Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalimantan Selatan pada 2022, serta menjabat Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Nusa Tenggara pada 2024.
Tak hanya di bidang operasional, Kombes Pol Restika juga memiliki pengalaman sebagai tenaga pendidik atau dosen kepolisian, yang turut berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Polri.
Sejak menjabat sebagai Dirpolairud Polda Kaltim, ia diharapkan mampu memperkuat kinerja satuan, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan dan udara Kalimantan Timur.
Dengan latar belakang pengalaman yang luas, perwira berdarah Batak ini dipercaya mampu melanjutkan program-program unggulan Polairud, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pesisir, serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah perairan dan udara Kaltim.
Kehadirannya juga diharapkan membawa inovasi baru sekaligus mempertahankan capaian positif yang telah diraih sebelumnya, sehingga kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di wilayah pesisir dan perairan Kalimantan Timur
( Alfian )