Jember, Jatim – jurnalpolisi.id
Gerakan penguatan ekonomi kerakyatan kembali digaungkan. MAKI Jawa Timur resmi memaparkan konsep besar Jatim Specialty Coffee & Tobacco UMKM Fest 2026 dalam press release yang digelar di Cafe Rumput, Jalan Merak, Kabupaten Jember, Sabtu (25/04/2026).
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, event ini tidak lagi sekadar festival biasa. Panitia memastikan pelaksanaan tahun ini akan tampil dengan wajah baru lebih profesional, transparan, dan akuntabel dari awal hingga akhir kegiatan.
Ketua Panitia, Dadan, menegaskan bahwa festival ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang nyata, bukan hanya seremoni tahunan.
“Ini bukan sekadar pameran. Kami ingin menciptakan ekosistem yang mendorong UMKM naik kelas. Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, BUMD, hingga pelaku usaha menjadi kunci utama,” ujarnya.
Event ini akan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari tingkat provinsi hingga kabupaten, serta pelaku UMKM dari berbagai daerah seperti Banyuwangi, Lumajang, Surabaya, Sidoarjo, Nganjuk, Madiun, Tulungagung, hingga partisipasi dari luar daerah seperti Bali dan Lombok Timur.
Salah satu langkah strategis yang menjadi sorotan adalah rencana launching branding Jember sebagai “Surga Kopi Indonesia”.
Langkah ini diharapkan mampu mengangkat potensi lokal sekaligus memperkuat posisi Jember sebagai salah satu pusat kopi nasional.
Tak hanya itu, bentuk keberpihakan terhadap UMKM juga diwujudkan secara konkret. Sekitar 60 hingga 70 persen booth pameran akan diberikan secara gratis bagi pelaku usaha kecil.
Langkah ini menjadi angin segar bagi UMKM yang selama ini kerap terkendala biaya untuk mengikuti event berskala besar.
Kemeriahan festival juga akan diperkuat dengan berbagai agenda pendukung, salah satunya Jember Fashion Festival (JFF) yang ditargetkan mampu menghadirkan hingga 1.200 peserta—lonjakan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Menariknya, event ini tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi. MAKI Jatim juga akan menggelar Deklarasi Anti Bullying dengan melibatkan pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA se-Kabupaten Jember, sebagai bentuk kepedulian terhadap isu sosial di dunia pendidikan.
Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 15–17 Mei 2026 ini diprediksi akan membludak pengunjung. Pasalnya, waktu pelaksanaannya bertepatan dengan gelaran Karnaval SCTV di Jember, yang dikenal mampu menarik perhatian publik dalam jumlah besar.
Ketua MAKI Jatim, Heru Satryo, menyampaikan optimisme tinggi terhadap dampak event ini, terlebih dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Jember.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan Bupati Jember, Gus Fawait. Ini sinergi yang luar biasa. Dengan adanya event besar lain di waktu yang sama, atmosfernya pasti akan sangat terasa,” ungkapnya.
Heru menegaskan, pihaknya akan mengawal penuh jalannya kegiatan agar tetap berpihak pada kepentingan publik.
“Ini harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi rakyat. Kami pastikan seluruh proses berjalan transparan, akuntabel, dan benar-benar memberi manfaat bagi UMKM,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa UMKM bukan sekadar pelengkap, melainkan inti dari keseluruhan kegiatan.
“Kami ingin memastikan pelaku UMKM menjadi aktor utama. Karena itu, mayoritas booth kami gratiskan sebagai bentuk dukungan nyata,” tambahnya.
Lebih jauh, Heru menyoroti potensi besar Jember sebagai sentra kopi dan tembakau nasional yang selama ini belum dimaksimalkan secara optimal.
“Jember punya kekuatan besar. Melalui event ini, kami dorong branding ‘Surga Kopi Indonesia’ agar benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan, MAKI Jatim juga membuka ruang kritik dan masukan dari publik.
“Kami ingin event ini menjadi milik bersama, bukan milik kelompok tertentu. Kritik dan masukan sangat kami butuhkan,” pungkasnya.
Tak lupa, Heru juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai elemen masyarakat yang telah mendukung, termasuk LSM Laskar Jahanam Kabupaten Jember.
Dengan konsep kolaboratif yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Jatim Specialty Coffee & Tobacco UMKM Fest 2026 diyakini akan menjadi panggung strategis dalam memperkuat posisi Jember sebagai pusat kopi dan tembakau, sekaligus menjadi motor penggerak kebangkitan UMKM di Jawa Timur. (Angga)