
Tapanuli Selatan , Jurnalpolisi.id
Arinus Giawa, 40 tahun, korban penembakan di Desa Gunung Baringin, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, dimakamkan pada Selasa, 14 Juli 2026.
Sejumlah warga mengantar jenazah ke tempat peristirahatan terakhir setelah proses autopsi selesai dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Tapanuli Selatan, Sipirok.
“Korban sudah dimakamkan hari ini. Keluarga dan masyarakat mengantarkan sampai ke pemakaman,” kata seorang warga bermarga Silaban kepada wartawan, Selasa, 14 Juli 2026.
Kapolsek Batang Angkola AKP Saiful Syam, S.H., M.H., mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam, 11 Juli 2026. Sekitar pukul 21.00 WIB, polisi menerima laporan dari masyarakat mengenai dugaan tindak pidana pembunuhan di Desa Aek Baringin, Kecamatan Angkola Selatan.
Setelah menerima informasi tersebut, personel Polsek Batang Angkola bersama Satreskrim Polres Tapanuli Selatan mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan dua saksi, yakni Tolom Bowo Halawa dan Kafaza Buulolo, korban bertemu dengan pria yang diduga sebagai pelaku, Irwanto Gea, di Jalan Dusun Harapan Maju sekitar pukul 20.30 WIB.
Saat itu, terduga pelaku disebut sempat mempertanyakan kepada korban, “Mengapa kau maki aku?” Korban menjawab, “Tidak lagi ku maki kau.”
Polisi menduga, sesaat setelah percakapan tersebut, terduga pelaku melepaskan tembakan dari jarak sekitar satu meter yang mengenai dada kiri korban.
Arinus sempat berlari dan bersembunyi di kandang babi milik seorang warga untuk menyelamatkan diri. Namun, akibat luka yang dideritanya, korban meninggal dunia di lokasi kejadian.
Usai kejadian, terduga pelaku diduga melarikan diri. Polisi kemudian mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Tapanuli Selatan untuk menjalani autopsi sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Hingga Selasa, kepolisian menyatakan proses penyelidikan masih berlangsung. Aparat juga masih memburu terduga pelaku serta mendalami motif di balik penembakan tersebut.(P.Harahap)




