
BALIKPAPAN, jurnalpolisi.id
PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan operasional pelabuhan yang ramah lingkungan melalui pembangunan koridor hijau sepanjang kurang lebih 800 meter di kawasan Terminal Kariangau, Balikpapan.
Program tersebut direalisasikan dengan penanaman 200 bibit tanaman pucuk merah di sepanjang sisi kiri dan kanan area Container Yard (CY).
Koridor hijau tersebut terbentang masing-masing sekitar 400 meter di setiap sisi jalur operasional, sehingga membentuk jalur penghijauan sepanjang 800 meter. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memperindah kawasan terminal, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan kerja sekaligus mendukung kelancaran aktivitas operasional pelabuhan.
Direktur Utama PT Kaltim Kariangau Terminal, Enriany Muis, mengatakan pembangunan terminal modern tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan kapasitas layanan maupun pengembangan infrastruktur, melainkan juga harus diiringi dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sebagai bagian dari transformasi perusahaan.
“Transformasi KKT tidak hanya diukur dari peningkatan kapasitas layanan maupun kinerja operasional. Kami juga membangun budaya kerja yang peduli terhadap lingkungan. Kawasan terminal yang tertata, bersih, dan hijau akan menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman, meningkatkan kualitas operasional, serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan dan seluruh pengguna jasa,” ujar Enriany dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).
Ia menjelaskan, penanaman 200 bibit pucuk merah merupakan tahap awal dari program penghijauan yang akan terus dikembangkan secara bertahap di seluruh kawasan operasional terminal.
Prosesi penanaman dilakukan secara simbolis oleh jajaran manajemen bersama karyawan KKT sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun budaya perusahaan yang menjunjung tinggi kepedulian terhadap lingkungan, keselamatan kerja, dan kenyamanan di area operasional.
Pemilihan tanaman pucuk merah didasarkan pada karakteristiknya yang dinilai sesuai dengan kondisi kawasan pesisir. Selain tahan terhadap iklim tropis dan paparan sinar matahari, tanaman ini juga relatif mudah dalam perawatannya serta memiliki nilai estetika melalui warna kemerahan pada pucuk daunnya yang mampu mempercantik kawasan terminal yang didominasi hamparan beton.
Dari sisi operasional, keberadaan koridor hijau diharapkan mampu memberikan berbagai manfaat, seperti mengurangi paparan panas di area terbuka, menekan penyebaran debu akibat aktivitas kendaraan logistik dan alat berat, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman bagi karyawan maupun pengguna jasa pelabuhan.
Selain berfungsi secara ekologis, jalur penghijauan tersebut juga menjadi pembatas alami yang mempertegas penataan kawasan operasional sehingga menciptakan lingkungan terminal yang lebih tertata, bersih, representatif, dan mencerminkan standar pengelolaan pelabuhan modern.
Enriany menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan telah menjadi bagian dari budaya perusahaan dan bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Setiap bibit yang ditanam menjadi simbol komitmen KKT dalam menghadirkan terminal modern yang mampu menyeimbangkan produktivitas operasional dengan pelestarian lingkungan,” tegasnya.
Ke depan, PT Kaltim Kariangau Terminal akan terus mengembangkan berbagai program keberlanjutan guna mendukung terciptanya kawasan pelabuhan yang hijau, nyaman, dan berdaya saing. Program penghijauan akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari peningkatan kualitas kawasan operasional sekaligus memperkuat peran Terminal Kariangau sebagai salah satu gerbang logistik strategis di Kalimantan Timur.
( Alfian )




