
Teminabuan – jurnalpolisi.id
Rabu 12 Agustus 2026 Di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan dan sulitnya akses transportasi di wilayah pedalaman , masih ada sosok-sosok tenaga kesehatan yang memilih bertahan dan mengabdikan dirinya untuk masyarakat.
Salah satunya adalah Mantri Isack Samuel Burdam, seorang tenaga kesehatan yang telah melewati perjalanan panjang dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dari wilayah pegunungan Maybrat hingga pesisir Pante Kais Kabupaten Sorong Selatan.
Perjalanan pengabdiannya dimulai sekitar tahun 2000, ketika ia menjalankan pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Sorong, Distrik Aitinyo Induk.
pengabdiannya berlanjut ke wilayah Kais Darat,Ia melayani masyarakat di berbagai daerah yang pada saat itu memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan.
Wilayah pelayanan yang pernah dijangkaunya antara lain Kampung Haimaran, Mogatemin, Mukamat, Ikana, Kais Pantai, Tapuri, Yahadian, Sumano dan Benawa.
Bagi seorang tenaga kesehatan, bekerja di wilayah seperti itu bukanlah pekerjaan yang mudah.
Jarak yang jauh, medan yang sulit, keterbatasan transportasi, obat-obatan dan peralatan medis menjadi tantangan yang harus dihadapi hampir setiap hari.
Namun keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk melayani masyarakat.
Selain itu Pada tahun 2005 hingga 2009, Isack Samuel Burdam melanjutkan pelayanan kesehatan di wilayah Distrik Kokoda.
Ia kembali menjangkau berbagai daerah, di antaranya Tarof, Siwatori, Tambani, Nebes, Kasueri, Migori, Benawa Dua, Udagaga dan Atori.
Di daerah-daerah tersebut, masyarakat sangat membutuhkan kehadiran tenaga kesehatan karena akses menuju fasilitas kesehatan masih terbatas sulit di jangkau.
Ia tidak hanya berhadapan dengan sakit penyakit, tetapi juga dengan kondisi geografis dan sosial masyarakat yang membutuhkan pelayanan langsung di tempat mereka tinggal.
Kembali ke Teminabuan
Pada tahun 2010, Isack Samuel Burdam bertugas di Puskesmas Teminabuan.
Pengalaman panjang di lapangan kemudian menjadi bekal penting dalam perjalanan pengabdiannya di bidang kesehatan dan pemerintahan.
Pada tahun 2011 hingga 2026, ia melanjutkan pengabdiannya di Dinas DPPKB Kabupaten Sorong Selatan sebagai Kepala Bidang Keluarga Berencana (KB).
Meski menjalankan tugas pemerintahan, semangatnya untuk membantu masyarakat tidak pernah hilang.
Pengalaman Menyelamatkan Pasien dengan Keterbatasan Fasilitas
Salah satu pengalaman yang masih dikenangnya adalah ketika ia harus menangani seorang pasien yang mengalami luka tikam akibat tombak.
Dalam kondisi keterbatasan fasilitas dan peralatan medis, ia berusaha memberikan pertolongan semaksimal mungkin dengan peralatan sederhana yang tersedia.
Ada salah satu kisah Inspiratif yang ia ceritakan,
Pernah menolong salah satu pasien yang kena tikam di poro degan tombak.
Ia menjahit luka itu degan Nelong Artinya ia menggunakan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar dan melakukan tindakan pertolongan seadanya hingga
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil pasien berhasil diselamatkan dan hingga kini masih hidup
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pengabdiannya.
Baginya, menjadi tenaga kesehatan bukan hanya tentang memiliki fasilitas lengkap, tetapi juga tentang keberanian, tanggung jawab dan kemauan untuk menolong sesama dalam situasi sulit dan melayani masyarakat dengan tulus.
Kini ia Mendirikan Klinik Sederhana di Kampung Saiyolo Distrik Teminabuan kabupaten Sorong Selatan
Setelah puluhan tahun melewati berbagai medan pelayanan kesehatan, Isack Samuel Burdam kini kembali mengambil langkah sederhana namun penuh makna.
Ia mendirikan sebuah klinik praktik perawat mandiri sederhana di Kampung Saiyolo, Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan.
Klinik tersebut diberi nama Klinik Anak Papua juga bisa
Bangunannya memang masih sangat sederhana Dinding dan lantainya menggunakan papan
Peralatan serta modal yang dimiliki juga masih terbatas.
Namun di balik bangunan kecil tersebut terdapat semangat besar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Ia tidak ingin keterbatasan modal menjadi alasan untuk berhenti memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Baginya, sebuah tempat pelayanan kesehatan tidak harus megah untuk bisa menjadi tempat masyarakat mendapatkan pertolongan.
Berharap Dukungan Pemerintah
Dengan kondisi klinik yang masih sederhana, Isack Samuel Burdam berharap adanya perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
Dukungan tersebut diharapkan dapat berupa bantuan modal, peralatan kesehatan dan kebutuhan penunjang pelayanan lainnya.
Menurutnya, dukungan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk memperkuat pelayanan kesehatan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kehadiran Klinik Anak Papua juga bisa diharapkan menjadi salah satu bagian kecil dari upaya bersama mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, terutama bagi warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan dengan akses yang mudah dan terjangkau.
Dari Gunung hingga Pantai
Perjalanan Isack Samuel Burdam merupakan gambaran tentang panjangnya pengabdian seorang tenaga kesehatan di Tanah Papua.
Dari gunung hingga pantai, dari pedalaman hingga perkotaan, ia telah menyaksikan langsung berbagai kondisi kehidupan masyarakat.
Perjalanannya juga menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya tentang gedung, alat kesehatan dan teknologi modern.
Di balik semuanya terdapat manusia yang memiliki kepedulian, keberanian dan komitmen untuk menolong manusia lainnya.
Kini, di usia perjalanan pengabdiannya yang panjang, ia memilih kembali berdiri di tengah masyarakat melalui sebuah klinik kecil.
Klinik Anak Papua juga bisa mungkin masih sederhana, tetapi semangat pengabdiannya tidak sederhana..
Dinding papan dan lantai papan menjadi saksi bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat dimulai dari keterbatasan.
Harapannya sederhana: masyarakat datang untuk mendapatkan pertolongan, mendapatkan pelayanan yang layak, dan pulang dengan harapan untuk hidup lebih sehat.
Dari keterbatasan lahir pengabdian. Dari pengabdian tumbuh harapan.
Dan dari sebuah klinik kecil di Kampung Saiyolo, semangat pelayanan kesehatan untuk masyarakat Papua terus dinyalakan kini dan kedepannya.
[ Rilis : TIM JPN ]




