Merangin – jurnalpolisi.id
Ketua TP PKK Kabupaten Merangin, Hj. Lavita Syukur, menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Program Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) yang bertempat di kantor Desa Bukit Beringin hal ini sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan pemahaman orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini.
Kegiatan yang dihadiri ketua TP PKK Kabupaten Merangin,para pengurus TP PKK Desa Bukit Beringin,kader PKK, Camat Bangko barat,Kades Bukit Beringin Susilo,Kapolsek Bangko kota Iptu Adri Sulam,S.Pd diwakili oleh Babhinkamtibmas Aiptu Haryono,serta perwakilan masyarakat tersebut bertujuan memberikan edukasi mengenai pentingnya pola pengasuhan yang tepat, perlindungan anak dari dampak negatif penggunaan media digital, serta membangun komunikasi yang harmonis antara orang tua dan anak.
Dalam sambutannya,Hj. Lavita Syukur menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital memang memberikan banyak manfaat, namun juga bisa menghadirkan berbagai tantangan bagi keluarga, khususnya dalam pengawasan penggunaan gawai dan media sosial oleh anak-anak serta remaja.
“Peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak-anak di era digital saat ini melalui program PAAREDI, diharapkan para orang tua mampu memberikan pengawasan,bimbingan, serta pendidikan karakter yang baik kepada anak agar terhindar dari pengaruh negatif teknologi,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader PKK untuk terus aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang aman,nyaman,dan mendukung perkembangan anak secara optimal.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusias melalui penyampaian materi,diskusi interaktif,serta sesi tanya jawab yang membahas berbagai permasalahan pengasuhan anak dan remaja di era digital.
Sementara Kadis DPPKB drg.H.Sony Propesma,M.PH melalui Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Rafdi,S.Pd.,M.M menyampaikan bahwa tantangan nyata yang dihadapi paparan konten negatif,(Pornografi,kekerasan, Bullying,dan radikalisme),Cyberbulling dan perundungan online yang semakin meningkat,kecanduan gadget dan game online pada anak-anak,hilangnya waktu berkualitas bersama keluarga,dan ancaman predator online dan penipuan siber.
Lebih lanjut pemateri mengatakan bahwa 72% anak-anak usia 10-12 tahun sudah punya smartphone,60% orang tua kesulitan mengawasi dan rata-rata waktu rata-rata waktu online anak perhari,ujarnya.”
Ditempat yang sama Kelapa lah Unit Pelaksana Teknis (UPTD) PPA Dinsos Kabupaten Merangin,materinya mengatakan bahwa sosialisasi ini penting karena kekerasan pada perempuan dan anak kasih terjadi disekitar kita,banyak korban harus melapor,oleh karena itu UPTD PPA hadir sebagai layanan pemerintah, yang gratis,rahasia,dan terpadu,tujuan masyarakat paham alur lapor,dan berani melindungi korban.
Lebih jauh Ka UPTD PPA Dinsos mengatakan kekerasan itu bukan hanya bentuk fisik saja namun lebih dari itu yaitu Psikis,Pelecehan seksual seperti diraba,di pegangan,diperkosa serta di eksploitasi, serta kekerasan ekonomi terutama dari anak broken home dan terekahir kekeran Syber,tandasnya.”
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Merangin berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola asuh yang positif sehingga mampu mewujudkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia di Kabupaten Merangin.(Rahma)