BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, H. Irfan Taufik, S.Ag., M.Si., mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan dan mengenali potensi serta bakat anak sejak usia dini, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.
Pesan tersebut disampaikan Irfan Taufik saat memberikan pengarahan dan motivasi kepada para orang tua dalam sebuah kegiatan pendidikan di Balikpapan baru-baru ini. Menurutnya, setiap anak memiliki keunikan dan kecerdasan yang berbeda sehingga tidak boleh dipaksakan untuk mengikuti keinginan orang tua yang tidak sesuai dengan minat dan bakatnya.
“Dalam diri setiap anak terdapat kecerdasan yang telah dianugerahkan Tuhan. Ada yang unggul dalam bidang akademik seperti matematika, bahasa, dan ilmu pengetahuan lainnya. Namun ada juga yang memiliki kecerdasan non-akademik seperti seni, olahraga, musik, maupun keterampilan lainnya,” ujar Irfan.
Ia menjelaskan bahwa selama ini masih banyak orang tua yang hanya berfokus pada prestasi akademik dan kurang memperhatikan potensi lain yang dimiliki anak. Padahal, kecerdasan non-akademik juga dapat menjadi jalan kesuksesan apabila dibimbing dan dikembangkan secara tepat.
Menurut Irfan, tugas utama orang tua bukan hanya memberikan pendidikan formal kepada anak, tetapi juga memahami karakter, minat, dan bakat yang dimiliki anak sejak dini. Dengan demikian, orang tua dapat memberikan dukungan yang sesuai agar potensi tersebut berkembang secara optimal.
Sebagai contoh, Irfan menyebut sejumlah tokoh dunia yang berhasil meraih kesuksesan melalui kemampuan non-akademik, seperti pesepak bola internasional Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Keduanya dikenal sebagai atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama negara masing-masing melalui bakat olahraga yang diasah sejak kecil.
“Kesuksesan mereka tidak terlepas dari peran keluarga yang memahami bakat anak dan memberikan dukungan penuh untuk mengembangkan kemampuan tersebut. Orang tua mereka tidak memaksakan anak menjadi sesuatu yang bukan minatnya, tetapi justru mendampingi dan memfasilitasi bakat yang dimiliki,” jelasnya.
Selain itu, Irfan juga mencontohkan sejumlah figur publik Indonesia yang berhasil meraih kesuksesan melalui kreativitas dan kemampuan di bidang hiburan maupun industri kreatif. Menurutnya, perkembangan zaman membuka peluang yang semakin luas bagi generasi muda untuk berprestasi melalui berbagai bidang profesi.
Karena itu, ia mengingatkan para orang tua agar tidak memaksakan cita-cita tertentu kepada anak jika tidak sesuai dengan potensi yang dimiliki. Pemaksaan tersebut justru dapat menghambat perkembangan dan menurunkan rasa percaya diri anak.
“Jangan memaksakan anak menjadi dokter, insinyur, atau profesi tertentu apabila bakat dan minatnya berada di bidang lain. Yang terpenting adalah bagaimana orang tua mampu mengenali kelebihan anak dan memberikan ruang untuk berkembang sesuai potensinya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Irfan menilai bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai rapor atau prestasi akademik semata, tetapi juga dari kemampuan anak dalam mengembangkan karakter, kreativitas, keterampilan, serta kontribusinya bagi masyarakat.
Ia berharap para orang tua dapat menjadi pendamping utama dalam proses tumbuh kembang anak dengan memberikan perhatian, dukungan, serta kesempatan yang luas untuk mengeksplorasi kemampuan yang dimiliki.
“Dengan mengenali potensi anak sejak dini, kita dapat membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berprestasi, dan mampu mencapai masa depan yang sesuai dengan cita-cita serta bakat yang dimilikinya,” pungkas Irfan.
Pesan tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta yang hadir. Mereka menilai bahwa peran orang tua dalam mendeteksi dan mengembangkan potensi anak menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan generasi yang unggul, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan
( Alfian )