
Jakarta – jurnalpolisi.id
Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Suyudi Ario Seto, menghadiri Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026). Sidang tersebut diikuti oleh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih serta para kepala lembaga pemerintah untuk membahas evaluasi kinerja pemerintahan dan arah kebijakan strategis nasional pada semester II Tahun 2026.
Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan berbagai program pemerintah sekaligus menilai capaian kinerja Kabinet Merah Putih selama hampir dua tahun masa pemerintahan.
Menurut Presiden, hasil evaluasi tersebut akan menjadi salah satu bahan dalam penyusunan pidato kenegaraan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah telah bekerja menghadapi berbagai tantangan di tengah dinamika global yang terus berkembang. Ia menilai seluruh jajaran kabinet perlu mempertahankan semangat kerja, memperkuat koordinasi antarkementerian dan lembaga, serta memastikan program-program prioritas pemerintah berjalan secara efektif.
Selain itu, Presiden menegaskan bahwa amanah yang diberikan rakyat kepada pemerintah harus diwujudkan melalui kerja nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Karena itu, seluruh jajaran Kabinet Merah Putih diminta tetap fokus, memperkuat sinergi, dan mengoptimalkan pelaksanaan program pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran Kepala BNN RI dalam sidang tersebut menunjukkan keterlibatan BNN dalam mendukung pelaksanaan agenda strategis pemerintah, khususnya melalui Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
BNN menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika sebagai bagian dari dukungan terhadap visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Redaksi: Diolah dari keterangan resmi Biro Humas dan Protokol BNN.




