BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
Kejuaraan Nasional Pencak Silat Balikpapan Terbuka II Tahun 2026 resmi digelar di Gedung BSCC Dome, Balikpapan Selatan, Sabtu (25/4/2026). Ajang bergengsi ini diikuti lebih dari seribu peserta dari berbagai perguruan pencak silat di Indonesia, sebagai bagian dari upaya pembinaan atlet sekaligus pelestarian budaya bangsa.
Kejuaraan yang mengusung tema “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade” tersebut mempertandingkan berbagai kategori usia, mulai dari pra usia dini hingga dewasa. Total peserta tercatat mencapai sekitar 1.306 orang yang berasal dari beragam perguruan, di antaranya Persaudaraan Setia Hati Terate, Tapak Suci Putra Muhammadiyah, Kelatnas Perisai Diri, Persinas Asad, hingga Merpati Putih.
Ajang ini menjadi salah satu wadah penting dalam menjaring atlet potensial serta meningkatkan prestasi olahraga Pencak Silat di tingkat daerah maupun nasional. Selain itu, kejuaraan ini juga memperkuat nilai persaudaraan antarperguruan dan menumbuhkan sportivitas di kalangan generasi muda.
Panitia menyelenggarakan pertandingan dalam berbagai kelas berdasarkan usia dan berat badan, mulai dari kategori anak usia 4 tahun hingga atlet dewasa usia 35 tahun. Hal ini menunjukkan komitmen dalam pembinaan atlet secara berjenjang dan berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 24 hingga 26 April 2026, juga menjadi momentum bagi atlet Kota Balikpapan dalam mempersiapkan diri menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026.
Selain aspek kompetisi, kejuaraan ini dinilai memiliki peran strategis dalam melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berdaya saing.
Di sisi lain, pengamanan kegiatan dilakukan oleh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia dari Polsek Balikpapan Selatan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib.
Hingga berakhir pada pukul 22.30 Wita, kegiatan berlangsung dalam situasi aman, lancar, dan kondusif. Kejuaraan ini diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin yang memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan olahraga pencak silat di Indonesia.
( Alfian )