
KUTAI KARTANEGARA jurnalpolisi.id
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda area perkebunan milik warga di Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 38, RT 16, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (9/9/2026).
Personel Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Kaltim yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Karhutla wilayah Kutai Kartanegara langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Tim dipimpin Ipda I Ketut Ngardi Sentana, S.A.P., dan mulai melakukan penanganan sekitar pukul 15.30 WITA.
Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare. Kondisi vegetasi yang kering membuat api berpotensi menjalar sehingga personel melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk memastikan titik api tidak kembali muncul.
Komandan Satbrimob Polda Kaltim Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., mengatakan kesiapsiagaan personel menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla, terutama saat kondisi lahan kering.
“Kesiapsiagaan personel Satgas Karhutla merupakan prioritas untuk mencegah penyebaran api dan meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan maupun masyarakat. Kami akan terus melakukan pemantauan dan penanganan secara cepat terhadap setiap laporan karhutla,” ujar Ronny.
Sementara itu, Kabag Ops Satbrimob Polda Kaltim AKP Nugroho Widihyanto, S.H., M.H., menjelaskan bahwa proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan api benar-benar padam.
“Personel tidak hanya memadamkan api yang terlihat di permukaan, tetapi juga melakukan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api akibat kondisi lahan dan material vegetasi yang kering. Koordinasi dengan instansi terkait serta masyarakat terus dilakukan,” jelas Nugroho.
Berkat penanganan personel di lapangan, kobaran api berhasil dikendalikan. Setelah proses pemadaman dan pendinginan, kondisi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali.
Penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya Satbrimob Polda Kaltim dalam mendukung pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah Kalimantan Timur, khususnya di tengah kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko kebakaran lahan.
( Alfian )




