
BALIKPAPAN – jurnalpolisi.id
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro S.H .S.I.K.C.F.E.C.Fr.A.M.H mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), meningkatkan kepedulian terhadap bahaya narkoba, serta bijak dalam menggunakan media sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Kapolda Kaltim saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Masjid Jami Nurul Iman, Jalan Manunggal RT 35 Nomor 85, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Jumat (30/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Kaltim didampingi Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Rustam Mansur, S.I.K.M.M Dirbinmas Kombes Pol Arman S.I.K.M.Si, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Dr. Tedy Sopandi, serta sejumlah pejabat dan personel Polda Kaltim.
Kehadiran rombongan Polda Kaltim disambut pengurus masjid, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Jami Nurul Iman. Kegiatan diawali dengan silaturahmi dan dilanjutkan pelaksanaan salat Jumat berjamaah bersama masyarakat setempat.
Usai sholat Jumat, Kapolda Kaltim menyampaikan pesan-pesan kamtibmas di hadapan para jamaah. Ia menegaskan bahwa keamanan bukan semata-mata diukur dari banyaknya pelaku kejahatan yang ditangkap atau jumlah pelanggaran yang ditindak, melainkan dari terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, keamanan dan ketertiban tidak mungkin terwujud hanya dengan mengandalkan kepolisian. Diperlukan keterlibatan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan tempat tinggal.
“Keamanan yang hakiki adalah ketika masyarakat merasa aman, nyaman, dan tidak memiliki kekhawatiran saat menjalankan aktivitas sehari-hari. Untuk mewujudkannya, diperlukan kerja sama antara kepolisian dan seluruh lapisan masyarakat,” pesan Kapolda.
Ia juga mengapresiasi peran tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang selama ini turut menjaga kondusivitas keamanan di Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan.
Kapolda mengajak masyarakat memulai kepedulian terhadap keamanan dari hal-hal sederhana, seperti memastikan kendaraan terkunci dengan aman ketika melaksanakan ibadah, menjaga barang pribadi, serta saling mengingatkan untuk menghindari potensi tindak kejahatan.
Selain itu, masyarakat diminta tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya gangguan keamanan maupun tindak pidana. Kepolisian telah menyediakan layanan Call Center 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis untuk menyampaikan laporan maupun meminta bantuan kepolisian.
Ajak Masyarakat Perangi Narkoba
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kaltim juga memberikan perhatian khusus terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda.
Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkoba membutuhkan kepedulian bersama. Masyarakat diharapkan tidak bersikap permisif atau membiarkan penyalahgunaan narkoba terjadi di lingkungan sekitarnya.
Kapolda menjelaskan, terdapat perbedaan antara pengguna narkoba dan bandar atau pengedar. Pengguna perlu mendapatkan perhatian dan bantuan agar dapat keluar dari ketergantungan, sementara bandar dan pengedar harus ditindak tegas karena memperoleh keuntungan dari peredaran barang terlarang tersebut.
“Para pengguna narkoba perlu kita bantu karena mereka juga merupakan korban dari ketergantungan. Namun, terhadap bandar dan pengedar, mari kita bersama-sama membantu kepolisian untuk memberantasnya,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat lebih proaktif memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungannya.
Menurutnya, kepedulian masyarakat dapat menjadi langkah penting untuk mempersempit ruang gerak para pengedar sehingga lingkungan tempat tinggal menjadi lebih aman dan terbebas dari ancaman narkoba.
Ingatkan Bahaya Penyebaran Hoaks di Media Sosial
Selain persoalan narkoba, Kapolda Kaltim turut mengingatkan masyarakat mengenai dampak negatif perkembangan teknologi informasi, khususnya penyebaran informasi yang belum terverifikasi melalui media sosial.
Menurutnya, kemajuan teknologi digital memberikan banyak manfaat dalam mempercepat komunikasi dan penyampaian informasi. Namun, di sisi lain, media sosial juga dapat disalahgunakan untuk menyebarkan berita bohong, fitnah, intimidasi, hingga informasi yang sengaja dibuat untuk menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Kapolda menjelaskan, informasi yang tidak benar apabila disebarkan secara berulang-ulang berpotensi dianggap sebagai sebuah kebenaran oleh masyarakat. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah post-truth.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun membagikan informasi melalui berbagai platform digital.
“Kalau menerima informasi dan belum yakin kebenarannya, jangan langsung dibagikan. Tidak perlu memberikan komentar apabila kita belum mengetahui apakah informasi tersebut benar atau tidak. Mari kita biasakan memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya,” pesannya.
Ia juga mengajak masyarakat menggunakan media sosial untuk menyebarkan hal-hal positif, edukasi, serta informasi yang dapat memperkuat persatuan dan kebersamaan.
Jaga Toleransi dan Persatuan
Pada bagian lain, Kapolda Kaltim mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Timur, khususnya Kota Balikpapan yang dihuni berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya.
Menurutnya, perbedaan pilihan, keyakinan, maupun suku tidak boleh menjadi alasan untuk menciptakan jarak dan perpecahan antarmasyarakat.
Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis melalui sikap saling menghormati dan menghargai.
Ia berharap kondisi kamtibmas yang selama ini terjaga dengan baik di Balikpapan dapat terus dipertahankan melalui komunikasi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Mengakhiri penyampaiannya, Kapolda menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus membuka ruang komunikasi dan menerima masukan dari warga.
“Kami dari kepolisian ingin lebih dekat dengan masyarakat. Kami ingin bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Kami juga terbuka terhadap masukan masyarakat agar kegiatan kepolisian benar-benar memberikan manfaat,” ujarnya.
Kapolda berharap silaturahmi di Masjid Jami Nurul Iman menjadi awal komunikasi dan kerja sama yang semakin erat antara kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur.
( Alfian )




