
Sorong – jurnalpolisi.id
Tak Libatkan Tokoh Senior Golkar Dan Dinilai Abaikan Hak Politik Orang Asli Papua, Kader Muda Alfius Kambu,Soroti SC Dan Panitia serta DPD Golkar Papua Barat Daya Soal Musda Partai Golkar Kota Sorong.
Sorong, 15 Juli 2026 – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Sorong, dinamika internal partai mulai menjadi perhatian sejumlah kader.
Salah satunya datang dari kader muda Partai Golkar asal Maybrat, Alfius Kambu, S.Hut., yang menyampaikan pandangannya terkait proses penjaringan bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Sorong.
Panitia Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Musda DPD Partai Golkar Kota Sorong sebelumnya masih membuka pendaftaran bakal calon ketua hingga Selasa, 14 Juli 2026 pukul 18.00 WIT.
Hingga penutupan pendaftaran, dua nama yang tercatat mendaftar adalah David Hehanussa dan Permadi Mahardika.
Keduanya telah mengambil formulir dan dijadwalkan mengembalikan berkas pendaftaran sesuai tahapan yang telah ditetapkan panitia.
Ketua Steering Committee, M. Rizal, menyampaikan bahwa seluruh proses pendaftaran berjalan sesuai jadwal dan mekanisme organisasi.
Menanggapi perkembangan tersebut, Alfius Kambu menyampaikan penilaian bahwa Musda kali ini perlu memberikan perhatian lebih terhadap keterlibatan tokoh-tokoh senior Partai Golkar serta representasi Orang Asli Papua (OAP) dalam kepemimpinan partai di Kota Sorong.
Menurutnya, Partai Golkar memiliki hubungan sejarah yang panjang dengan masyarakat Papua.
Ia menyebut sejumlah tokoh Papua yang pernah berperan besar dalam perjalanan Golkar maupun pembangunan daerah, di antaranya Raja Matias Kambu, Jaap Solossa, Barnabas Suebu, Constant Karma, John Piet Wanane, Ja Jumame, Lambert Jitmau, Bernard Sagrim, hingga John Kamuru.
“Golkar memiliki sejarah yang kuat di Tanah Papua.
Karena itu, sejarah tersebut perlu dihormati dengan tetap membuka ruang dan kesempatan yang adil bagi kader-kader Orang Asli Papua untuk berpartisipasi dalam kepemimpinan partai,” ujar Alfius.
Ia menilai representasi politik Orang Asli Papua merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Partai Golkar, khususnya di Papua Barat Daya.
Lebih lanjut, Alfius mengingatkan bahwa apabila aspirasi kader dan tokoh-tokoh Papua tidak mendapat perhatian, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi soliditas internal partai serta dukungan masyarakat pada Pemilu 2030.
“Kami berharap Musda ini menjadi momentum memperkuat persatuan, bukan justru menimbulkan kesan bahwa hak politik Orang Asli Papua diabaikan.
Keterlibatan tokoh senior dan kader Papua merupakan bagian dari kekuatan Golkar di Tanah Papua,” katanya.
Ia juga meminta DPD Partai Golkar Papua Barat Daya di bawah kepemimpinan Septinus Lobat serta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar untuk memperhatikan dinamika tersebut secara bijaksana sesuai prinsip demokrasi internal partai.
Menurut Alfius, keberhasilan Partai Golkar di Papua tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para tokoh dan masyarakat asli Papua yang selama puluhan tahun menjadi bagian penting dalam membangun basis dukungan partai.
Ia berharap pelaksanaan Musda DPD Partai Golkar Kota Sorong dapat berlangsung secara demokratis, inklusif, menghargai sejarah perjuangan partai di Papua, serta memberikan ruang yang setara bagi seluruh kader sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.
[ Rilis – TIM JPN ]



