
CILACAP — jurnalpolisi.id
Warga Dusun Binangun Baru, Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap kini tengah dilanda kesulitan yang sangat mendesak. Sejak Minggu (9/8/2026), ketersediaan air bersih di wilayah tersebut menyusut drastis akibat kekeringan yang kian memuncak, membuat aktivitas kehidupan sehari-hari warga terganggu berat.
Sumber-sumber air andalan warga, mulai dari sumur gali hingga mata air lokal yang selama ini digunakan, kini sebagian besar sudah mengering. Air yang tersisa hanya sedikit dan tidak layak untuk memenuhi kebutuhan seluruh keluarga. Akibatnya, warga terpaksa menghemat penggunaan air seadanya, bahkan harus berjalan jauh ke wilayah tetangga hanya untuk mendapatkan air untuk kebutuhan dasar.
Kesulitan ini merambah ke seluruh sendi kehidupan warga. Aktivitas dapur menjadi terhambat karena sulitnya mendapatkan air bersih untuk memasak dan minum. Begitu pula kebutuhan sanitasi mandi, cuci, dan kakus menjadi sangat terbatas, yang dikhawatirkan memicu risiko masalah kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Beban ekonomi pun bertambah berat. Sebagian warga yang mampu terpaksa harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air galon maupun air tangki eceran, sementara warga kurang mampu harus bertahan dengan segala keterbatasan yang ada.
Warga Dusun Binangun Baru kini menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah. Mereka memohon tanggapan cepat dan tindakan darurat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap maupun PDAM setempat. Bantuan distribusi air bersih menggunakan truk tangki sangat dinantikan untuk meringankan derita warga yang kini benar-benar kesulitan mendapatkan akses air bersih yang layak.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih bertahan dan berharap bantuan segera tiba sebelum kondisi semakin memburuk.
(Syai)



