
Banyuwangi, jurnalpolisi.id
BRKS Banyuwangi masih melakukan observasi lapangan terkait dugaan pencemaran lingkungan di Kecamatan Muncar sejak 31 Agustus 2026. Fokus pemantauan diarahkan pada bau menyengat serta dugaan pengelolaan dan pembuangan limbah cold storage di sekitar kawasan pelabuhan. Observasi tersebut berlangsung hingga Minggu, 20 September 2026.
Direktur Program BRKS Banyuwangi, Eka Rimawati, mengatakan timnya masih mengumpulkan informasi dari lapangan hingga kini. Pemeriksaan dilakukan untuk memotret kondisi lingkungan di sekitar Pelabuhan Muncar secara lebih utuh.
BRKS belum menarik kesimpulan mengenai sumber pencemaran yang diduga terjadi. Eka menegaskan, dugaan itu masih perlu ditelusuri lebih jauh melalui pemeriksaan yang lebih mendalam.
Selain observasi, BRKS juga telah menjadwalkan penelitian dalam waktu dekat. Kajian itu akan memeriksa persoalan bau, pengelolaan limbah, serta kemungkinan pembuangan limbah dari cold storage di kawasan tersebut.
Hasil penelitian nantinya akan dibandingkan dengan ketentuan lingkungan yang berlaku. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi kualitas lingkungan di Muncar saat ini.
Persoalan lingkungan di kawasan itu bukan hal baru. Sejumlah penelitian sebelumnya telah mencatat adanya laporan warga terkait bau menyengat di Sungai Kalimati, temuan kematian ikan dan amfibi, hingga kajian soal beban pencemaran limbah cair dari industri pengalengan ikan.
Pada 2024, penelitian lain juga menemukan mikroplastik pada air, zooplankton, dan ikan di kawasan PPP Muncar. Temuan-temuan tersebut menjadi latar belakang penting bagi observasi yang kini dilakukan BRKS.
Meski begitu, Eka menegaskan hasil kajian terdahulu tidak otomatis menggambarkan kondisi lingkungan pada 2026. Karena itu, BRKS menilai data lapangan terbaru tetap diperlukan untuk melihat situasi yang terjadi saat ini.
BRKS juga akan mendokumentasikan titik-titik yang menjadi perhatian, termasuk sumber bau dan saluran pembuangan. Jika diperlukan, sampel lingkungan akan diuji melalui analisis laboratorium.
Menurut BRKS, hasil penelitian nanti akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi terkait pengelolaan lingkungan di kawasan Muncar. Di tengah tingginya aktivitas perikanan, pemeriksaan berbasis data dinilai penting untuk mendapatkan gambaran terkini kondisi pesisir setempat.
Jurnalis: Boby
Editor: Redaksi




