Labuhan batu Jurnalpolisi.id
Peredaran narkoba jenis sabu di Desa Tanjung Haloban dan Sungai Kasih, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, kian meresahkan. Warga menyebut para bandar dan pengedar di wilayah itu licin, kebal hukum, dan beroperasi terang-terangan, Kamis (30/4/2026).
Informasi yang dihimpun dari masyarakat menyebut, transaksi sabu marak terjadi di sekitar pemukiman. “Diduga berinisial ONG dan anaknya AJ serta anggotanya ER mengedarkan sabu di Dusun Kampung Tengah, Desa Tanjung Haloban. Lokasinya persis di pelabuhan tikus Sungai Bilah yang diduga jadi pintu masuk barang selundupan,” ungkap seorang warga.
ONG disebut-sebut sangat berpengaruh di kalangan buruh bongkar muat Tandan Buah Sawit di desa itu. “ONG diduga sudah lama mengedarkan sabu. Sebagian korbannya adalah para buruh bongkar muat,” tambah Ibu Bunga, warga setempat yang meminta namanya disamarkan.
Ironisnya, penggerebekan yang dilakukan personel Polsek Bilah Hilir bulan ini di kediaman ONG berakhir nihil. “Operasi itu lebih dari setengah bulan lalu, tapi karena bocor tidak ditemukan barang bukti. Selamatlah ONG dan kawan-kawannya,” tutur warga yang mengaku anti-narkoba.
Pantauan warga, tak lama setelah penggerebekan gagal, transaksi sabu kembali berjalan normal. “Transaksi barang haram itu kembali beroperasi seperti biasanya,” sebut warga dengan nada kecewa.
Tak hanya kelompok ONG, warga juga menunjuk IW alias Cebong yang mengedarkan sabu di Lapangan Bola Tanjung Haloban bersama rekannya DDN. Meski lokasi edar berdekatan, warga memastikan keduanya bukan anak buah ONG. “IW alias Cebong dan temannya DDN bermain sendiri,” tegasnya.
Hasil investigasi di lapangan juga menyeret nama lain. Di Kampung Nilon, Desa Sungai Kasih, SRY alias Samplok disebut-sebut sudah hampir setahun berbisnis sabu dengan aman. “SRY alias Samplok bukanlah anggota ONG. Sepanjang ini kita lihat-lihat mereka aman-aman saja,” kata warga.
Bocornya operasi penggerebekan menjadi sorotan utama publik. Warga menilai ada masalah serius dalam prosedur atau kebocoran informasi di tubuh aparat. Penggerebekan yang nihil barang bukti di lokasi yang sudah disoroti publik jelas mengecewakan masyarakat.
“Kita berharap Polsek Bilah Hilir dan Satres Narkoba Polres Labuhanbatu benar-benar berkomitmen memberantas narkoba, bukan sekadar operasi formalitas,” tegas warga. Mereka mendesak tindakan nyata, bukan penggerebekan yang bocor lagi.
Menanggapi konfirmasi, Kapolsek Bilah Hilir melalui pesan WhatsApp menyatakan, “Terima kasih informasinya, Bu. Akan kami tindak lanjuti “, tulis Akp Armen Faisal.
Publik kini menunggu bukti, bukan janji.
Reporter
Eka Hombing