
Batanghari Jurnalpolisi.id
Sektor kelapa sawit sebagai tulang punggung ekonomi daerah Kabupaten Batanghari melangkah ke babak baru. Senin, 29 Juni 2026, secara resmi dibuka Koperasi Sawit Danau Bangko yang berkedudukan di wilayah Kelurahan Jembatan Mas, Kecamatan Pemayung. Peresmian dipimpin langsung oleh Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arif, dan dihadiri oleh seluruh pemangku kepentingan strategis, menandai komitmen bersama untuk memajukan usaha petani secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Acara berlangsung dalam suasana khidmat namun penuh semangat. Turut hadir mendampingi Bupati antara lain Sekretaris Daerah Kabupaten Batanghari, H. Rambe, S.Sos., M.H.; Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, H. Isah, S.Sos., M.Ag.; serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemkab Batanghari.
Jajaran pimpinan wilayah juga hadir meliputi Camat Kecamatan Pemayung, Piter Zein, SH; Kapolsek Pemayung, AKP L. Nauli Harahap, SH; dan Lurah Jembatan Mas, Irwan, SE. Dari sisi lembaga keuangan dan mitra usaha, hadir Kepala Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI) Muara Bulian, PT Brahma Binta Bakti selaku mitra utama koperasi yang diwakili oleh Ananda Apriansyah.
Turut melengkapi kehadiran: Direktur perusahaan mitra koperasi sawit se-Kabupaten Batanghari, Ketua Badan Pengawas Koperasi Drs. Djuna’in, Ketua Lembaga Adat Kecamatan Pemayung Jamik, Ketua Koperasi Plasma se-Batanghari, seluruh anggota Koperasi Sawit Danau Bangko, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Muhammad Fadhil Arif menegaskan bahwa kelapa sawit adalah sektor andalan yang terus menunjukkan perkembangan menggembirakan. Data statistik menunjukkan luas lahan sawit di daerah ini terus bertambah secara signifikan: dari 178.483,61 hektare pada tahun 2023, meluas menjadi 182.702,61 hektare pada akhir tahun 2025. Artinya, dalam rentang dua tahun terjadi penambahan lahan seluas 4.219 hektare.
“Perkebunan sawit di Batanghari dikelola baik oleh masyarakat secara perorangan maupun oleh badan usaha. Potensinya sangat besar, namun kita perlu mengubah cara pandang dan cara mengelolanya agar hasilnya benar-benar terasa manfaatnya sampai ke tingkat petani,” tegas Bupati.
Ia menambahkan bahwa tanah Batanghari telah dikaruniai kesuburan yang luar biasa. “Tanah ini sudah bagus diciptakan Tuhan, tapi jika tidak dirawat dengan ilmu dan cara yang tepat, potensinya tidak akan keluar maksimal. Inilah peran koperasi yang kita harapkan,” ujarnya.
Koperasi Sawit Danau Bangko hadir bukan hanya sebagai wadah menghimpun hasil panen, melainkan menjadi pusat pembinaan, pembelajaran, dan penguatan ekonomi. Melalui kerja sama dengan mitra usaha seperti PT Brahma Binta Bakti dan perusahaan pendamping lainnya, petani akan dibekali teknik budidaya yang sesuai standar.
Targetnya jelas: mendorong produktivitas mencapai angka ideal di atas 30 ton tandan buah segar per hektare setiap tahun. Bahkan, sejumlah kebun yang sudah menerapkan sistem pengelolaan benar saat ini mampu mencetak hasil hingga 40 ton per hektare.
Secara ekonomi, perhitungannya sangat menjanjikan. Dengan biaya produksi berkisar Rp1.200 hingga Rp1.300 per kilogram, sedangkan harga jual saat ini berada di angka Rp3.600 per kilogram, maka keuntungan yang didapat sangat layak. “Jika pengelolaan rapi dan teratur, pendapatan bersih petani bisa mencapai Rp4 juta sampai Rp4,5 juta per bulan. Ini angka yang bisa mengangkat taraf hidup keluarga,” jelas narasumber dalam kesempatan tersebut.
Pesan mendalam juga disampaikan bahwa usaha mencari rezeki harus diiringi dengan ilmu pengetahuan. Tanpa pemahaman yang cukup, tenaga yang dikeluarkan bisa menjadi sia-sia. Oleh karena itu, koperasi ini diposisikan sebagai lembaga ekonomi sekaligus ruang belajar, terutama bagi generasi muda agar mereka siap bersaing di pasar yang semakin terbuka dan dinamis.
“Berusaha itu bagian dari ibadah, tapi harus dilakukan dengan cara yang benar. Supaya hasilnya berkah, bertahan lama, dan bisa diwariskan ke anak cucu,” tambah Bupati.
Acara resmi ditutup dengan pembacaan doa bersama dan pengucapan Bismillahirrahmanirrahim, menandai dibukanya kantor dan aula koperasi untuk melayani anggotanya.
Koperasi Sawit Danau Bangko diharapkan menjadi tonggak baru bagi pertanian Batanghari. Di sini, sawit bukan sekadar komoditas penghasil uang, melainkan jembatan menuju kesejahteraan yang merata, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, serta masa depan yang lebih cerah bagi seluruh warga.(JPN)




