
RUPAT, BENGKALIS — jurnalpolisi.id
Harapan masyarakat Pulau Rupat untuk mendapatkan akses transportasi laut yang lebih mudah menuju Dumai, Bengkalis, hingga Batam semakin terbuka. Pemerintah Kabupaten Bengkalis menyerahkan bantuan kompensasi kepada kelompok nelayan yang terdampak oleh penggunaan jalur lintas dan area sandar kapal feri di dermaga yang dibangun pemerintah di Pulau Rupat.
Penyerahan bantuan kompensasi atau ganti rugi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung rencana pengoperasian kapal feri, seperti Dumai Line dan Batam Jet, agar dapat bersandar langsung di dermaga Pulau Rupat.
Kehadiran kapal feri di Pulau Rupat nantinya diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang hendak bepergian menuju Bengkalis maupun Batam.
Selama ini, masyarakat Pulau Rupat yang ingin bepergian ke Bengkalis atau Batam menggunakan kapal feri dari Dumai harus terlebih dahulu menyeberang dari Rupat menuju Dumai menggunakan speed boat. Sebagian masyarakat bahkan harus menginap di Dumai sebelum melanjutkan perjalanan.
Setibanya di Dumai, masyarakat masih harus menggunakan jasa ojek menuju pelabuhan feri. Kondisi tersebut tentunya membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya tambahan.
Namun, berkat kerja sama dan dukungan berbagai pihak, terutama dukungan penuh Bupati Bengkalis Kasmarni. S.Sos.MMP upaya menghadirkan layanan kapal feri langsung di Pulau Rupat terus mengalami kemajuan.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perhubungan, Kecamatan Rupat, pihak Syahbandar, UPT Perhubungan, pemerintah kelurahan, serta kelompok nelayan terus melakukan koordinasi guna mencari solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi.
Kegiatan penyerahan bantuan kompensasi tersebut turut dihadiri perwakilan pihak Syahbandar, Bapak Ori, Kepala UPT Perhubungan, Camat Rupat Hariadi, S.Sos., M.Si. beserta jajaran, pihak kelurahan, serta perwakilan kelompok nelayan Pengereh, Batu Panjang.
Upaya menghadirkan layanan kapal feri langsung di Pulau Rupat bukanlah proses yang singkat. Sebelumnya, terdapat sejumlah kendala dan pertimbangan dari pihak operator kapal, antara lain terkait perkiraan jumlah penumpang dari Pulau Rupat, kondisi dermaga, serta jalur lintas dan area sandar kapal yang dinilai berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran.
Melalui komunikasi dan koordinasi yang dilakukan secara berkelanjutan, berbagai persoalan tersebut secara bertahap dapat dicarikan jalan keluarnya. Salah satunya dengan memberikan kompensasi kepada kelompok nelayan yang terdampak oleh aktivitas jalur lintas dan sandar kapal.
Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan keselarasan antara kepentingan masyarakat nelayan dengan kebutuhan transportasi laut yang semakin penting bagi masyarakat Pulau Rupat.
Dengan adanya dermaga dan rencana pelayanan kapal feri tersebut, masyarakat diharapkan tidak lagi harus menyeberang terlebih dahulu ke Dumai hanya untuk melanjutkan perjalanan menggunakan kapal feri.
Kehadiran layanan kapal feri di Pulau Rupat diharapkan mampu menghemat waktu dan biaya perjalanan masyarakat sekaligus meningkatkan konektivitas transportasi laut antara Rupat, Dumai, Bengkalis, dan Batam.
Masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Bengkalis, Dinas Perhubungan beserta jajaran, pihak Syahbandar, Camat Rupat Hariadi, S.Sos., M.Si. beserta jajaran, UPT Perhubungan, pemerintah kelurahan, serta seluruh masyarakat, khususnya kelompok nelayan, yang telah memberikan dukungan dan berperan dalam proses tersebut.
Dukungan dan kerja sama seluruh pihak menjadi bagian penting dalam mewujudkan akses transportasi laut yang lebih mudah, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan hadirnya layanan kapal feri di Pulau Rupat, harapan baru bagi masyarakat untuk mendapatkan konektivitas transportasi yang lebih mudah dan efisien semakin dekat menjadi kenyataan.




