
BANDUNG BARAT, jurnalpolisi.id
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) berkomitmen penuh memperluas akses pendidikan bagi warga kurang mampu. Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Pemkab KBB menggelar Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2026–2027, pada Rabu (13/8/2026) di Ruang Rapat Setda KBB.
Rapat dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda KBB bersama Kepala Dinas Sosial KBB, Idad Saadudin. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi daring yang telah diselenggarakan dua hari sebelumnya bersama Kementerian Sosial RI serta Tim Penyediaan Lahan SR Permanen, yang melibatkan sejumlah kementerian terkait.
Evaluasi dan Langkah Baru
Kepala Dinas Sosial KBB, Idad Saadudin, menjelaskan rapat ini bertujuan guna mengevaluasi capaian tahun ajaran 2025–2026 sekaligus mematangkan persiapan tahun ajaran baru.
“Rakor ini kami selenggarakan untuk meninjau pelaksanaan Sekolah Rakyat sebelumnya, sekaligus mempersiapkan langkah matang memasuki tahun ajaran 2026–2027,” ujar Idad.
Pada tahun lalu, program telah menampung masing-masing 100 siswa tingkat SMP dan SMA. Sementara untuk periode baru, telah ditetapkan 45 calon siswa dari keluarga miskin desil 1–2 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSEN) yang akan ditempatkan di Sekolah Rakyat Terpadu 4 milik Kemensos RI di Soreang. Seluruh tahapan—mulai rekrutmen, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga masa pengenalan lingkungan sekolah—telah berjalan sesuai prosedur ketat.
Dukungan Kelembagaan dan Lahan Permanen
Komitmen Pemkab KBB semakin kokoh dengan telah diterbitkannya Surat Keputusan Bupati mengenai Tim Pendukung Penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Langkah ini memastikan kerja sama lintas dinas berjalan terpadu, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Fokus utama pembahasan saat ini adalah percepatan penyediaan lahan Sekolah Rakyat permanen. Atas arahan Sekretaris Daerah, Dinas Sosial bersama Disperkim, DPUTR, DLH, DPMPTSP, Dishub, Bapelitbangda, dan DPKAD diminta segera mengambil langkah konkret sesuai arahan pusat.
Sekolah Rakyat: Jembatan Masa Depan
Program Sekolah Rakyat hadir sebagai harapan nyata bagi anak-anak yang nyaris kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan.
“Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi dan membuka pintu masa depan yang lebih cerah bagi putra-putri kita yang sebelumnya hampir putus asa,” harap Idad.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bertekad terus menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama, demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera, mandiri, dan berdaya saing. **(DRIV)



