Banyumas – jurnalpolisi.id
Dalam upaya mewujudkan sistem kerja yang lebih terintegrasi, terkoneksi, dan berbasis data real time, Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui BKPSDM, melaunching aplikasi SLAMET (Sistem Layanan Manajemen Kepegawaian Terintegrasi). Kehadiran aplikasi ini menjadi langkah inovatif untuk mendukung tata kelola Aparatur Sipil Negara yang lebih modern, efektif, dan berbasis data, menggantikan peran aplikasi sebelumnya yakni SIMPEG (Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian).
Launching dilakukan langsung oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, didampingi Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, Deputi Bidang Pengawasan dan Pengandalian Manajemen ASN BKN, Hardianawati, Kepala BKPSDM, Eko Prijanto serta jajaran asisten Sekda pada Senin (4/5/26) di Pendopo Si Panji.
Kepala BKPSDM Banyumas Eko Prijanto menuturkan, semakin meningkatnya kompleksitas manajemen ASN serta tuntutan intergrasi sistem informasi, aplikasi Simpeg dirasa sudah tidak lagi memadai dalam mendukung penyelanggaraan tata Kelola ASN yang modern dan berbasi data, apalagi dengan masalah disparitas data yang acap kali terjadi antara Simpeg dan SIASN BKN.
‘’Hal ini lah yang pada akhirnya melatar belakangi lahirnya ‘Slamet’ sebagai sistem kepegawaian operasional daerah generasi baru terintegrasi dengan SIASN BKN, yang mampu mendukung pelaksanaan menajamen talenta dan dikelola secara mandiri oleh tim internal bersama Dinkominfo Banyumas,’’ucapnya.
Eko menjelaskan terdapat 6 layanan kepegawaian yang ada pada Slamet, yakni kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala, usul kenaikan jabatan fungsinal, pemberhentian dan pensiun, usul satya lencana serta penerbitan dokumen tanda tangan elektronik.
‘’Seluruh data yang ditampillan di ‘Slamet’ bersumber dari dari SIASN BKN sebagai single source. Sehingga pemutakhiran data oleh setiap ASN melalui SIASN menjadi prasarat mutlak berfungsinya layanan secara optimal,’’tegasnya.
Oleh karenanya, pada momentum tersebut, Eko menekankan kepada seluruh pegawai untuk memastikan data pada SIASN selalu terbarui, akurat, dan sesuai kondisi terkini sebagai dasar pengelolaan kepegawaian yang valid dan terintegrasi.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono juga berujar bahwasannya sistem yang baik tidak akan berarti tanpa data yang baik. data yang baik ini, tidak akan pernah terwujud tanpa kesadaran dan tanggung jawab dari setiap individu yang ada di dalamnya.
‘’Dalam hal ini, saya tegaskan kepada seluruh ASN di Kabupaten Banyumas, bahwa pengelolaan data kepegawaian bukan hanya tugas BKPSDM, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh ASN,’’ tekannya.
Melalui peluncuran aplikasi ‘Slamet’, Sadewo mengajak seluruh ASN Kabupaten Banyumas untuk mulai membangun kesadaran baru, bahwa merawat data kepegawaian adalah bagian dari profesionalisme, bahkan bagian dari investasi masa depan karier kita masing-masing.
‘’Ke depan saya ingin kita bersama-sama membangun birokrasi yang benar-benar berbasis data, yang mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, adil, dengan pelayanan yang tidak berbelit, sederhana, transparan dan akuntabel,’’ungkapnya.
Ia juga meminta kepada para kasubag umum dan kepegawaian, para admin serta para operator kepegawaian yang hadir hari ini untuk aktif mensosialisasikan ‘Slamet’ dan pembaruan data kepada seluruh ASN di OPD masing-masing.
‘’Bantu ASN yang mengalami kesulitan teknis dan inventarisir data-data yang membutuhkan koreksi melalui BKPSDM. Serta jangan lupa laporkan progres pemutakhiran data kepada kepala perangkat daerah secara berkala,’’tuturnya
Menurut Sadewo dengan langkah-langkah tersebut, akan mempercepat terwujudnya data kepegawaian yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan, yang pada akhirnya, hal ini akan berdampak langsung pada meningkatnya kualitas layanan kepegawaian, ketepatan pengambilan kebijakan, serta terciptanya sistem manajemen ASN yang lebih adil, transparan, dan profesional di Kabupaten Banyumas.
( Arif JPN/Ni P)