SAMARINDA jurnalpolisi.id
Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) Provinsi Kalimantan Timur akan menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) pada 13 Juni 2026 mendatang. Agenda empat tahunan tersebut tidak hanya menjadi forum pemilihan kepengurusan baru periode 2026–2030, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat daya saing perguruan tinggi swasta (PTS) di Kalimantan Timur dalam menghadapi dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ketua Panitia Pengarah Muswil ABP-PTSI Kaltim, Agus Setia Gunawan, mengatakan seluruh persiapan pelaksanaan kegiatan telah memasuki tahap akhir. Ia mengajak seluruh badan penyelenggara perguruan tinggi swasta di Kalimantan Timur untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan agenda tersebut.
Menurut Agus, Muswil merupakan forum penting untuk mempererat sinergi antarpenyelenggara pendidikan tinggi swasta sekaligus menyusun langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi di daerah.
“Kami berharap seluruh badan penyelenggara perguruan tinggi swasta di Kalimantan Timur dapat hadir dan berpartisipasi aktif dalam Muswil ABP-PTSI sebagai wadah memperkuat kolaborasi dan kontribusi terhadap kemajuan pendidikan tinggi,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, dr. Krisdinata, AIFO-K., menegaskan bahwa Muswil menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi sekaligus menyelaraskan visi organisasi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
Mengusung tema “Bersama Maju, Bersama Menguatkan”, Muswil ABP-PTSI Kaltim diharapkan mampu menghasilkan gagasan dan rekomendasi strategis guna meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing.
“Muswil ini menjadi ruang bersama untuk melakukan evaluasi, menyatukan langkah, serta memperkuat pemahaman mengenai tata kelola perguruan tinggi yang berkualitas dan mampu bersaing di tengah perkembangan Kalimantan Timur sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara,” kata Krisdinata.
Berdasarkan hasil rapat persiapan yang digelar pada 25 Mei 2026, tercatat sebanyak 51 badan penyelenggara perguruan tinggi swasta aktif di Kalimantan Timur. Dengan estimasi masing-masing institusi mengirimkan dua perwakilan, yakni unsur yayasan dan perguruan tinggi, jumlah peserta yang akan hadir diperkirakan mencapai lebih dari 100 orang.
Selain agenda pemilihan kepengurusan baru, Muswil juga akan membahas berbagai isu strategis terkait pengembangan perguruan tinggi swasta, peningkatan mutu pendidikan, penguatan tata kelola kelembagaan, serta kesiapan menghadapi persaingan yang semakin terbuka seiring pembangunan IKN.
Kegiatan ini akan menghadirkan jajaran pimpinan pusat ABP-PTSI, di antaranya Ketua Umum ABP-PTSI, Prof. Dr. Thomas Suyatno, dan Sekretaris Jenderal ABP-PTSI, Prof. Dr. Mts Arief, M.B.A., CPM. Kehadiran kedua tokoh pendidikan tinggi tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan serta perspektif baru dalam pengembangan perguruan tinggi swasta di daerah.
Krisdinata menilai posisi Kalimantan Timur sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara menuntut perguruan tinggi swasta untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing agar mampu berkontribusi secara optimal dalam pembangunan nasional.
“Keberadaan Ibu Kota Nusantara akan membuka peluang sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi perguruan tinggi swasta di Kalimantan Timur. Karena itu, penguatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola kelembagaan, dan kolaborasi antarlembaga menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda,” tegasnya.
Melalui Muswil 2026, ABP-PTSI Kalimantan Timur berharap dapat melahirkan kepemimpinan yang visioner serta memperkuat peran perguruan tinggi swasta sebagai mitra strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan mendukung pembangunan daerah maupun nasional di era IKN.
Naskah ini telah menggunakan format berita nasional dengan pendekatan straight news, memperkuat nilai berita pada aspek pendidikan tinggi, daya saing SDM, dan peluang Kalimantan Timur sebagai kawasan penyangga IKN sehingga lebih layak dipublikasikan di media nasional.
( Alfian )