Samarinda – jurnalpolisi.id
Menyongsong keberkahan di bulan suci Ramadan, Satuan Brimob Polda Kaltim melalui jajaran Batalyon B Pelopor Samarinda kembali menunjukkan kepedulian nyata melalui program “Bantuan Kemanusiaan untuk Negeri”. Pada Jumat (06/03/2026), tim yang terdiri dari empat personel dan dipimpin oleh Bripka Raharjo bergerak menyisiri pemukiman warga guna menyalurkan bantuan sembako secara langsung. Kegiatan “Jumat Berkah” ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus mempererat tali silaturahmi antara aparat kepolisian dengan warga di tengah suasana bulan penuh ampunan.
Dalam aksi kemanusiaan tersebut, personel baret biru menyambangi dua kediaman warga di Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran. Bantuan pertama diserahkan kepada Ibu Fitriyani (36), seorang pengumpul barang bekas yang tinggal di Jalan Nusa Indah RT. 19. Selanjutnya, tim bergeser ke Jalan Melati 2 RT. 19 untuk menemui Bapak Purnomo (48), yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara pintu ke pintu (door to door) guna memastikan dukungan logistik berupa bahan pokok tersebut sampai tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan di tengah fluktuasi harga pangan saat Ramadan.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengabdian ini merupakan perwujudan nyata dari filosofi “Bakti Brimob untuk Masyarakat”. Beliau menyampaikan bahwa momentum Ramadan harus dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas sosial. “Kehadiran personel Batalyon B Pelopor di tengah warga Palaran bukan sekadar memberikan bantuan materi, melainkan bentuk kehadiran negara untuk merangkul masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita, seperti Ibu Fitriyani dan Bapak Purnomo, merasakan kebahagiaan dan perhatian yang sama di bulan yang mulia ini,” ujar Kombes Pol. Andy Rifai.
Andy Rifai juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu dalam kebaikan. Beliau menekankan bahwa sekecil apa pun uluran tangan akan sangat berarti bagi kelangsungan hidup sesama. “Ramadan adalah waktu terbaik untuk melatih empati kita. Mari kita jadikan semangat berbagi ini sebagai gaya hidup, agar kedamaian dan kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan warga di Bumi Etam. Teruslah mengabdi dengan ketulusan hati. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkasnya.
( Alfian )