Tulungagung – jurnalpolisi.id
Pemerintah Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan Santapan Rohani dalam rangka menyambut dan menyukseskan Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Jumat (27/2). Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusuma ning Bongso dan diikuti puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta organisasi kemasyarakatan Islam.
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperkuat kualitas keimanan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Mari kita manfaatkan untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal ibadah, serta memperkuat solidaritas sosial,” ujarnya.
Menurut Bupati, bulan suci tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban menjalankan ibadah puasa, tetapi juga sebagai sarana refleksi dan pembinaan diri. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menyambut Ramadhan dengan hati bersih, penuh kesabaran, dan keikhlasan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan bahwa penyesuaian jam kerja bagi ASN di lingkungan Pemkab Tulungagung telah diberlakukan selama Ramadhan. Meski demikian, ia menekankan agar hal tersebut tidak memengaruhi kualitas pelayanan publik.
“Puasa bukan alasan untuk menurunkan kinerja. Justru harus menjadi motivasi untuk meningkatkan produktivitas dan integritas dalam melayani masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, setiap amal kebaikan yang dilakukan selama Ramadhan memiliki nilai ibadah dan pahala berlipat ganda. Karena itu, profesionalisme dan semangat pengabdian harus tetap dijaga.
Tak hanya kepada ASN, Bupati juga mengajak para alim ulama, dai, tokoh masyarakat, serta generasi muda untuk menjaga kondusivitas daerah. Ia berharap pesan-pesan dakwah selama Ramadhan mampu menyejukkan dan mempererat persatuan, dengan mengedepankan toleransi serta menghindari perbedaan yang berpotensi memicu perpecahan.
“Jaga kerukunan dan kebersamaan yang telah terbina dengan baik. Waspadai potensi gangguan yang dapat merusak harmoni sosial,” pesannya.
Mengakhiri sambutan, Bupati mendorong peningkatan kegiatan sosial seperti santunan bagi anak yatim, fakir miskin, dan kaum dhuafa, serta mengajak masyarakat memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan ibadah, baik fardhu maupun sunnah.
Kegiatan Santapan Rohani ditutup dengan tausiyah dari Ahmad Zuhri, M.Si., dosen UIN SATU Tulungagung, yang menyampaikan pesan tentang makna Ramadhan sebagai bulan pembinaan diri dan peningkatan kualitas keimanan.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Tulungagung berharap semangat Ramadhan 1447 H dapat menjadi energi positif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik serta masyarakat Tulungagung yang religius, rukun, dan sejahtera.