SANGATTA jurnalpolisi.id
Kapolres Kutai Timur (Kutim), AKBP Fauzan Arianto, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya selama bulan suci Ramadan. Imbauan tersebut disampaikan mengingat meningkatnya aktivitas warga, terutama saat menjelang berbuka puasa dan waktu sahur.
Menurut Kapolres, penggunaan kompor, peralatan listrik, serta aktivitas memasak yang lebih intens dibanding hari biasa berpotensi memicu kebakaran apabila tidak diawasi dengan baik. Selain itu, kondisi sebagian rumah yang ditinggal beribadah di masjid juga menjadi faktor risiko yang perlu diantisipasi.
“Pada bulan Ramadan, aktivitas masyarakat meningkat, terutama saat sore hari menjelang berbuka dan dini hari saat sahur. Penggunaan kompor gas maupun peralatan listrik harus benar-benar diperhatikan agar tidak menimbulkan kebakaran,” ujar AKBP Fauzan Arianto, Sabtu (28/02/2026).
AKBP Fauzan menegaskan banyak kasus kebakaran rumah terjadi akibat kelalaian sederhana, seperti lupa mematikan kompor, korsleting listrik, atau penggunaan instalasi listrik yang tidak standar. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk melakukan pengecekan sebelum meninggalkan rumah, termasuk memastikan tidak ada api yang masih menyala.
Selain itu, Kapolres juga mengingatkan warga yang hendak mudik atau bepergian dalam waktu lama agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman, mencabut perangkat listrik yang tidak digunakan, serta memberi tahu tetangga atau petugas keamanan setempat.
“Kami mengajak masyarakat untuk saling peduli dan mengingatkan. Jika melihat potensi bahaya kebakaran di lingkungan sekitar, segera laporkan atau lakukan pencegahan sejak dini,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan kewaspadaan bersama sangat penting untuk mencegah terjadinya musibah yang dapat merugikan banyak pihak, terutama di bulan yang penuh berkah ini.
“Kami berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman dan nyaman tanpa adanya gangguan musibah kebakaran. Pencegahan adalah langkah terbaik,” pungkasnya.
( Alfian )