
BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Wakapolda Kaltim), Brigjen Pol. Rustam Mansur, S.I.K., M.M., melaksanakan kunjungan silaturahmi sekaligus salat Jumat berjamaah bersama masyarakat di Masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Kaltim mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus menyerap aspirasi warga terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Dalam kunjungan tersebut, Wakapolda Kaltim didampingi sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Kaltim beserta jajaran. Usai melaksanakan salat Jumat berjamaah, Brigjen Rustam Mansur menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas sekaligus membuka ruang dialog dengan para jamaah yang hadir.
Dalam sambutannya, Wakapolda menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan wujud komitmen institusi dalam membangun kedekatan, meningkatkan kepercayaan publik, serta memberikan pelayanan yang responsif terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Menurutnya, Polri merupakan bagian dari masyarakat sehingga harus senantiasa hadir, mendengarkan, dan memberikan solusi atas berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan warga.
“Polisi harus lebih dekat dengan masyarakat. Kami hadir bukan hanya untuk menjalankan tugas, tetapi juga untuk mendengarkan secara langsung berbagai permasalahan yang ada di tengah masyarakat,” ujarnya.
Brigjen Rustam menjelaskan, kegiatan silaturahmi tersebut juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk melakukan pendekatan secara humanis melalui dialog langsung dengan masyarakat.
Ia menyebut, melalui komunikasi yang terbuka, kepolisian dapat mengetahui berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian, baik terkait keamanan lingkungan, pelayanan kepolisian, maupun permasalahan sosial lainnya.
Waspadai Bahaya Narkoba dan Peredaran Zat Berbahaya
Dalam kesempatan itu, Wakapolda Kaltim memberikan perhatian khusus terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak generasi muda.
Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penyalahgunaan narkoba, termasuk penyamaran zat terlarang dalam bentuk cairan maupun produk yang menyerupai rokok elektronik atau vape.
Menurutnya, perkembangan modus peredaran narkotika harus diimbangi dengan pengetahuan dan kepedulian masyarakat, khususnya para orang tua, agar tidak mudah terpengaruh oleh bentuk maupun kemasan produk yang terlihat biasa.
Wakapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, dimulai dari lingkungan keluarga.
“Peran keluarga sangat penting dalam menjaga anak-anak kita. Orang tua harus memberikan perhatian, edukasi, serta pengawasan agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” pesannya.
Ia menegaskan, pemberantasan narkoba merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara kepolisian, masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen terkait.
Sosialisasikan Layanan Polisi 110
Selain menyampaikan pesan tentang bahaya narkoba, Wakapolda Kaltim juga memperkenalkan layanan Call Center Polri 110 sebagai sarana bagi masyarakat untuk memperoleh bantuan kepolisian maupun menyampaikan informasi terkait gangguan Kamtibmas.
Brigjen Rustam mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan tersebut apabila membutuhkan kehadiran polisi, mengalami gangguan keamanan, atau mengetahui adanya peristiwa yang memerlukan penanganan kepolisian.
Ia menekankan pentingnya kecepatan pelayanan dan respons kepolisian terhadap laporan masyarakat.
Wakapolda juga mendorong optimalisasi peran Bhabinkamtibmas serta petugas keamanan lingkungan dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Menurutnya, komunikasi yang baik antara polisi dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan.
Dialog Terbuka, Warga Sampaikan Aspirasi
Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung interaktif. Sejumlah jamaah memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan aspirasi secara langsung kepada Wakapolda Kaltim.
Salah satu persoalan yang disampaikan warga berkaitan dengan masalah administrasi pertanahan dan sertifikat tanah yang belum terselesaikan akibat persoalan pewarisan.
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan perhatian terhadap pembinaan generasi muda, khususnya anak-anak usia remaja yang membutuhkan pengawasan dan pendekatan edukatif agar terhindar dari perilaku negatif.
Menanggapi hal tersebut, Wakapolda menekankan pentingnya peran orang tua, lingkungan pendidikan, tokoh masyarakat, serta aparat kepolisian dalam membangun karakter generasi muda.
Ia mengajak masyarakat untuk terus memperkuat komunikasi dan tidak segan menyampaikan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah maupun kepolisian.
Wakapolda juga menegaskan bahwa Polri terus berupaya melakukan pembenahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan tugas. Namun, kami terus berusaha memberikan pelayanan terbaik. Melalui komunikasi dan kebersamaan dengan masyarakat, berbagai persoalan dapat kita cari solusinya,” ungkapnya.
Jamaah Apresiasi Kedekatan Polri dengan Masyarakat
Kunjungan Wakapolda Kaltim tersebut mendapat apresiasi dari jamaah Masjid Al-Ikhlas. Salah seorang jamaah, Agus Iswanto, mengungkapkan rasa bangganya terhadap upaya kepolisian yang dinilai semakin dekat dengan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa kehadiran pejabat kepolisian secara langsung di lingkungan warga merupakan bentuk perhatian yang positif.
“Saya sebagai warga negara Indonesia, khususnya masyarakat Balikpapan, merasa sangat bangga. Ini merupakan harapan yang nyata bagi masyarakat. Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Bapak Kapolri dan jajaran Polri,” ujarnya.
Agus berharap kegiatan silaturahmi dan dialog seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi serta memperoleh pelayanan kepolisian yang lebih baik.
Melalui kunjungan tersebut, Polda Kaltim berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif di wilayah Kalimantan Timur.
( Alfian )




