
BITUNG – jurnalpolisi.id
Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 dengan tema “Memahami Produk Layanan, Cara Akses, dan Penyebaran Informasi”. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung, Kamis (5/11/2026).
Forum ini menjadi wadah komunikasi dua arah antara penyelenggara pelayanan publik dengan pengguna layanan dan para pemangku kepentingan, khususnya di sektor kemaritiman. Kegiatan tersebut bertujuan menyelaraskan kualitas pelayanan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai berbagai produk informasi meteorologi maritim.
Pelaksanaan FKP Tahun 2026 merupakan tindak lanjut dari hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Semester I Tahun 2026. Berdasarkan hasil survei tersebut, Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung memperoleh Indeks Kepuasan Masyarakat dengan mutu pelayanan kategori A atau Sangat Baik.
Meski demikian, sejumlah aspek pelayanan tetap menjadi perhatian untuk terus ditingkatkan agar informasi meteorologi maritim semakin mudah dipahami dan diakses masyarakat.
Dalam forum tersebut, BMKG memperkenalkan sejumlah produk informasi meteorologi maritim yang dapat dimanfaatkan masyarakat, di antaranya prakiraan cuaca perairan, prakiraan cuaca pelabuhan, serta informasi wisata maritim.
Selain itu, diperkenalkan pula Program Ekosistem Bacarlota Terintegrasi (EBT) sebagai ruang komunikasi dan pertukaran informasi mengenai kondisi cuaca maritim, regulasi kemaritiman, serta informasi kelautan. Program ini dilaksanakan melalui pertemuan daring maupun tatap muka secara berkala.
BMKG juga menjelaskan bahwa berbagai produk informasi yang telah dipublikasikan melalui situs web, media sosial, dan grup WhatsApp dapat diakses masyarakat tanpa biaya. Sementara itu, layanan khusus tertentu mengikuti ketentuan tarif yang berlaku dan dapat diajukan untuk memperoleh tarif nol rupiah sesuai persyaratan yang ditetapkan.
Dalam sesi diskusi, Agus, perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Bitung, menyampaikan sejumlah hal terkait kebutuhan informasi meteorologi maritim bagi pengguna layanan.
Forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk menghimpun masukan dan mengidentifikasi kendala yang dihadapi masyarakat, khususnya dalam memahami informasi angin, gelombang laut, peringatan dini, prosedur pelayanan, hingga pemanfaatan berbagai kanal penyebaran informasi.
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung, Dinas Perikanan Kota Bitung, KSOP Kelas I Bitung, KSOP Kelas III Manado, Satrol Kodaeral VIII, Polairud Kota Bitung, Distrik Navigasi Kelas I Bitung, Basarnas Sulawesi Utara, KPLP Kelas II Bitung, Stasiun Radio Pantai (SROP) Bitung, Vessel Traffic Service (VTS) Bitung, serta Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung.
Hadir pula perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bitung, PT Pelindo Kota Bitung, PT Pelindo Kota Manado, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Bitung, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bitung, PT Pertamina, Balai Penyuluh Perikanan, perwakilan nelayan Kota Bitung, awak media, serta perwakilan kapten kapal.
Melalui pelaksanaan Forum Konsultasi Publik Tahun 2026 ini, Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi meteorologi maritim agar lebih informatif, mudah diakses, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dan komunikasi antara BMKG dengan seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, informasi meteorologi maritim dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keselamatan pelayaran, aktivitas perikanan, kegiatan kepelabuhanan, serta pengembangan pariwisata bahari di wilayah Sulawesi Utara.




