
SAROLANGUN, jurnalpolisi.id
Upaya pencarian terhadap Nenek Bawi, seorang lanjut usia (lansia) yang dilaporkan hanyut terbawa derasnya arus Sungai Batang Asai akibat banjir, akhirnya membuahkan hasil.
Korban ditemukan pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00–11.00 WIB di kawasan Pulau Seluro, Desa Raden Anom, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun.
Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang telah berlangsung selama tiga hari dan melibatkan tim gabungan dari Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun, serta masyarakat setempat.
Kapolsek Batang Asai, Iptu Sarman Kenedy, saat dikonfirmasi awak media Jurnal Polisi News menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam proses pencarian korban.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berjibaku dari kemarin hingga hari ini dalam melakukan pencarian terhadap seorang lansia yang tenggelam di Sungai Batang Asai. Kami sangat mengapresiasi kerja sama, kepedulian, dan bantuan seluruh unsur yang terlibat,” ungkap Iptu Sarman Kenedy.
Menurutnya, keberhasilan menemukan korban tidak terlepas dari sinergi dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat, baik aparat kepolisian, BPBD, maupun masyarakat yang tanpa mengenal lelah menyisir kawasan sungai dan sekitarnya.
Apresiasi juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Sarolangun, Tabroni. Ia turut menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi.
Tabroni berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan tersebut.
Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada BPBD Kabupaten Sarolangun dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi aktif membantu proses pencarian Nenek Bawi.
“Terima kasih kepada BPBD Kabupaten Sarolangun dan seluruh masyarakat yang telah membantu pencarian Nenek Bawi. Kepedulian dan semangat gotong royong seperti ini merupakan bentuk nyata solidaritas kemanusiaan di tengah masyarakat,” ujar Tabroni.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana alam, khususnya banjir dan derasnya arus sungai, dapat mengancam keselamatan jiwa. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat, kesiapsiagaan petugas, serta koordinasi lintas sektor harus terus diperkuat.
Ditemukannya Nenek Bawi menjadi akhir dari perjuangan panjang tim gabungan selama tiga hari. Namun, musibah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Sinergi antara kepolisian, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan tanggung jawab bersama dalam menghadapi setiap bencana kemanusiaan harus selalu diutamakan, dan kewaspadaan tidak boleh lengah.,tandasnya(DI/RH)”




