
BALIKPAPAN – jurnalpolisi.id
Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kalimantan Timur Brigjen Pol Rustam Mansur, S.I.K., M.M., mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Rustam saat melaksanakan kunjungan silaturahmi dan salat Subuh berjamaah di Masjid Jami Al-Anshar, Jalan AMD 36, Sungai Ampal, RT 43/RW 30, Kelurahan Sumber Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Sabtu (31/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Wakapolda Kaltim didampingi sejumlah pejabat utama Polda Kaltim, di antaranya Dirintelkam, Dirsamapta, Irwasda, serta jajaran personel Polda Kaltim.
Kegiatan diawali dengan salat Subuh berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan sambutan pengurus masjid dan penyampaian pesan-pesan kamtibmas oleh Wakapolda Kaltim di hadapan para jemaah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Rustam menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukanlah sebuah pengorbanan, melainkan bagian dari kewajiban dan tanggung jawab sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Menurutnya, Polri harus terus membangun kedekatan dengan masyarakat agar tidak ada jarak antara aparat kepolisian dan warga.
“Polisi berasal dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Karena itu, kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat merupakan kewajiban, baik di masjid, lingkungan permukiman, maupun ketika masyarakat sedang menghadapi kesulitan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh personel kepolisian agar tidak bersikap arogan serta senantiasa mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas.
Rustam berharap masyarakat, khususnya anak-anak, dapat memandang polisi sebagai sosok yang memberikan rasa aman dan perlindungan, bukan justru merasa takut ketika melihat kehadiran anggota kepolisian.
Selain persoalan kamtibmas, Wakapolda Kaltim turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan penyalahgunaan narkotika yang kini memiliki beragam bentuk dan cara penyamaran.
Ia menjelaskan, peredaran narkotika tidak lagi hanya ditemukan dalam bentuk konvensional, tetapi dapat dikemas atau dicampurkan ke dalam berbagai produk berbentuk cairan maupun bahan lain yang berpotensi tidak dikenali masyarakat.
Karena itu, Rustam meminta para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak serta memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba sejak dini.
“Jangan sampai anak-anak dan cucu kita menjadi korban penyalahgunaan narkotika. Orang tua harus memberikan perhatian dan pengawasan agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan barang terlarang,” pesannya.
Wakapolda juga menyoroti pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dan langsung menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Menurutnya, setiap informasi yang diterima perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada orang lain. Penyebaran berita bohong, fitnah, maupun informasi yang menyesatkan dapat menimbulkan keresahan dan merusak persatuan masyarakat.
“Setiap informasi harus disaring terlebih dahulu. Pastikan kebenarannya sebelum dibagikan. Jangan sampai kita justru menjadi bagian dari penyebaran berita bohong atau fitnah yang dapat merugikan orang lain,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Rustam juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh praktik perjudian, termasuk judi online dan berbagai modus permainan angka yang menjanjikan keuntungan secara instan.
Ia mengingatkan bahwa praktik perjudian lebih banyak menimbulkan kerugian dibandingkan keuntungan, sehingga masyarakat diharapkan tidak tergiur dengan iming-iming mendapatkan uang secara cepat.
Lebih lanjut, Wakapolda mengajak masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban serta memberikan kesempatan kepada pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
Ia menilai, stabilitas keamanan dan dukungan masyarakat merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, termasuk mendukung pembangunan Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Rustam juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Ia mempersilakan warga menyampaikan informasi, keluhan, maupun laporan apabila menemukan persoalan kamtibmas atau pelayanan kepolisian di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, keamanan tidak dapat diwujudkan hanya oleh Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Polri membutuhkan masyarakat dan masyarakat juga membutuhkan Polri. Keamanan tidak bisa dikelola oleh kepolisian sendiri. Karena itu, kami mengharapkan dukungan, informasi, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing,” ungkapnya.
Ia berharap hubungan kemitraan antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat sehingga berbagai persoalan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.
Sementara itu, perwakilan pengurus Masjid Jami Al-Anshar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Wakapolda Kaltim beserta rombongan.
Pengurus masjid menyebutkan, Masjid Jami Al-Anshar telah berdiri sekitar 30 tahun dan menjadi tempat ibadah bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Masjid tersebut terbuka bagi seluruh jemaah tanpa membedakan asal-usul maupun kelompok masyarakat.
Pihak pengurus berharap kunjungan tersebut dapat mempererat silaturahmi sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Kota Balikpapan.
Melalui kegiatan silaturahmi Subuh tersebut, Polda Kaltim berharap komunikasi dan kedekatan antara Polri dengan masyarakat semakin terjalin erat.
Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai mitra yang siap mendengarkan aspirasi, memberikan perlindungan, serta bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan.
( Alfian )




