
BALIKPAPAN – jurnalpolisi.id
Upaya melestarikan budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif diwujudkan melalui pembukaan audisi atau casting pemeran film Dayak kolosal yang dirangkaikan dengan pameran industri, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta produk kerajinan tradisional di Kota Balikpapan.
Kegiatan tersebut resmi dibuka pada Senin (12/10/2026) malam, sekitar pukul 19.00 WITA, di halaman Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Jalan Ruhui Rahayu I, Kelurahan Sepinggan Baru, Kecamatan Balikpapan Selatan.
Pembukaan kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Balikpapan Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, M.M., Kepala Badan Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur Lestari, S.Si., M.P., Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Dr. Muhsin Palinrungi, S.S., M.A., serta sejumlah pejabat TNI-Polri, unsur pemerintah daerah, dan perwakilan paguyuban Nusantara.
Kapolda Kalimantan Timur diwakili Direktur Binmas Polda Kaltim Kombes Pol. Arman, S.I.K., M.Si. Sementara itu, Pangdam VI/Mulawarman diwakili Kapoksahli Pangdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Sukwara, S.E., M.Si., M.P.
Turut hadir Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto, S.H., S.I.K., M.H., serta Kapolsek Balikpapan Selatan Kompol Marja Cakra Hasta, S.Kom., S.H.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat Dayak melalui industri perfilman, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan bakat seni peran dan memperluas pemasaran produk lokal.
Pemkot Balikpapan Dukung Pelestarian Budaya dan Ekonomi Kreatif
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menyampaikan apresiasi dan dukungan Pemerintah Kota Balikpapan terhadap inisiatif produksi film Dayak kolosal tersebut.
Menurutnya, tema kegiatan “Rawat Budaya, Ekonomi Rakyat Kuat” sejalan dengan upaya pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pelestarian identitas dan kekayaan budaya bangsa.
Ia menegaskan bahwa budaya tidak semata-mata merupakan warisan masa lalu, tetapi juga memiliki nilai strategis sebagai modal budaya (cultural capital) dan kekuatan lunak (soft power) yang dapat mendorong perkembangan ekonomi kreatif masyarakat.
Melalui produksi film Dayak kolosal, kekayaan tradisi, kearifan lokal, serta sejarah masyarakat Dayak diharapkan dapat diperkenalkan secara lebih luas kepada masyarakat nasional maupun internasional.
Selain menjadi media pelestarian budaya, produksi film tersebut juga diharapkan memberikan kesempatan kepada talenta lokal, khususnya generasi muda Kalimantan Timur, untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan potensi di industri perfilman.
Bagus Susetyo juga menyoroti pentingnya penyelenggaraan pameran industri, UMKM, dan kerajinan tradisional yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.
Menurutnya, penggabungan seni pertunjukan dengan kegiatan ekonomi kerakyatan merupakan langkah positif untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Kerajinan tradisional, produk wastra, hingga kuliner khas daerah perlu terus dipromosikan agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas, seiring dengan berkembangnya Kalimantan Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Libatkan Paguyuban Nusantara dan Pelaku UMKM
Selain dihadiri unsur pemerintah dan TNI-Polri, pembukaan kegiatan ini juga melibatkan perwakilan pengurus paguyuban dari berbagai daerah di Indonesia yang berada di Kota Balikpapan.
Kehadiran beragam paguyuban tersebut mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat dalam mendukung pelestarian kebudayaan, pengembangan kreativitas, serta penguatan persatuan di tengah keberagaman suku dan tradisi.
Rangkaian acara pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Balikpapan, dilanjutkan pembacaan doa, laporan ketua penyelenggara, laporan penanggung jawab kegiatan, serta penyampaian sambutan.
Acara kemudian dimeriahkan dengan penampilan kesenian Dayak dan Gambus Tutur Lisan Betore Paser, sebelum dilanjutkan dengan pembukaan resmi dan sesi foto bersama.
Kegiatan ini juga menghadirkan 17 tenant atau stan kuliner UMKM lokal Kota Balikpapan. Kehadiran para pelaku usaha tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk unggulan daerah kepada masyarakat sekaligus membuka peluang promosi dan pemasaran yang lebih luas.
Audisi Terbuka untuk Menjaring Talenta Lokal
Ketua penyelenggara dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia berharap audisi film Dayak kolosal dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan potensi diri, sekaligus melahirkan talenta lokal yang memiliki kemampuan, kepercayaan diri, serta profesionalisme di bidang seni peran.
Menurutnya, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pelaku usaha, pengrajin, komunitas kreatif, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur.
Kepada seluruh peserta audisi, panitia berpesan agar mengikuti setiap tahapan seleksi dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menjaga etika, serta mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan.
Peserta diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan membangun jaringan yang bermanfaat bagi pengembangan karier di masa mendatang.
Berdasarkan penjelasan penyelenggara, proyek film Dayak kolosal ini dirancang untuk mengangkat perjalanan sejarah, kehidupan, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat Dayak, termasuk nilai-nilai perdamaian dan patriotisme.
Proses audisi direncanakan menjangkau berbagai kalangan, tidak terbatas pada generasi muda, guna menemukan pemeran yang mampu membawakan karakter sesuai dengan kebutuhan cerita. Penjaringan talenta juga diarahkan untuk menjangkau berbagai wilayah di Pulau Kalimantan hingga lintas provinsi.
Melalui proyek tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengenal lebih dekat kekayaan budaya Dayak, sekaligus melihat potensi industri perfilman sebagai sarana pelestarian budaya dan penggerak ekonomi kreatif.
Kegiatan pembukaan audisi dan pameran tersebut berakhir sekitar pukul 22.30 WITA. Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan kondusif.
Aparat kepolisian turut melakukan koordinasi dengan penyelenggara, pemantauan kegiatan, serta pengumpulan informasi sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.
( Alfian )




