Rupat jurnalpolisi.id
Akhirnya, Desa Hutan Panjang di Pulau Rupat diguyur hujan.
Malam tadi, rintik-rintik air mulai turun perlahan. Tidak deras, tidak pula disertai angin kencang. Namun hujan tersebut turun cukup lama, membasahi wilayah desa sejak malam hingga pagi hari. Tanah yang beberapa hari terasa kering kini mulai lembap, dedaunan kembali segar, dan udara pagi terasa lebih sejuk dari biasanya.
Warga Desa Hutan Panjang menyambut turunnya hujan dengan rasa syukur. Anak-anak terlihat berdiri di teras rumah, memandangi butiran air yang jatuh dari atap seng. Suasana desa terasa tenang dan damai seiring turunnya hujan yang konsisten sepanjang malam.
Salah satu tokoh masyarakat desa, Pak Rahman, menyampaikan bahwa hujan hari ini merupakan hikmah dan berkah di momen Tahun Baru Imlek 2026 yang dalam kalender Tionghoa dikenal sebagai Tahun Kuda. Ia menilai turunnya hujan yang lembut namun bertahan lama menjadi pertanda baik bagi kehidupan masyarakat desa ke depan.
“Walaupun tidak deras, tapi hujan ini sangat berarti. Semoga membawa rezeki dan keberkahan untuk kita semua di tahun ini,” ujarnya.
Warga berharap di Tahun Kuda 2026 ini, Desa Hutan Panjang semakin makmur, hasil kebun melimpah, serta kebersamaan antarwarga semakin erat. Hujan yang turun semalaman itu bukan sekadar air dari langit, melainkan simbol harapan baru bagi seluruh masyarakat.
Pagi ini, ketika kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan, Desa Hutan Panjang tampak lebih hidup—seolah alam turut merayakan datangnya berkah di awal tahun.
Penulis: Asmadi