
BANDUNG BARAT, jurnalpolisi.id
Membangun generasi emas tidak cukup hanya dengan pendidikan akademik. Karakter, kemandirian, kreativitas dan kemampuan bersosialisasi juga menjadi fondasi penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini.
Semangat tersebut menjadi bagian dari kegiatan Tunas Siliwangi yang mendapat support dan dukungan dari berbagai pihak dan melibatkan anak-anak serta para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo, S.Sos., M.M., unsur Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bandung Barat, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat.
Sebagaimana hal tersebut disampaikan Asep Herna di sela-sela kegiatan berlangsung, pada Kamis (10/9/2026) di halaman masjid Asshidiq.
“Alhamdulillah kegiatan Tunas Siliwangi dihadiri oleh Pak Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Barat Duddy Prabowo, S.Sos., M.M., Bakesbangpol Kabupaten Bandung Barat, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat, serta anak-anak dan ibu guru dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),” ujar Asep Herna.
Ruang Kreativitas Anak dan Masyarakat
Kegiatan Tunas Siliwangi tidak hanya menghadirkan satu bentuk aktivitas. Berbagai kegiatan dikemas untuk memberikan ruang bagi anak-anak sekaligus memperkenalkan nilai kreativitas, edukasi dan kebersamaan.
Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain seni anak, pentas seni, olahraga, edukasi, bazar hingga aktivitas Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
“Adapun kegiatan tersebut di antaranya seni anak, pentas seni, kegiatan-kegiatan keolahragaan, edukasi, bazar dan UMKM,” kata Asep Herna.
Ragam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang mendorong anak-anak untuk berani tampil, berinteraksi, mengembangkan kreativitas dan mengenal berbagai aktivitas positif sejak usia dini.
Bagi Tunas Siliwangi, pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang. Anak-anak yang hari ini mendapatkan ruang untuk belajar, bermain, berkreasi dan berinteraksi diharapkan tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki kepercayaan diri serta kemandirian.

Membangun Karakter Sejak Usia Dini
Asep Herna menegaskan, Tunas Siliwangi memiliki harapan besar terhadap masa depan generasi muda di Kabupaten Bandung Barat.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia perlu dimulai sejak usia dini melalui pembentukan karakter yang kuat.
“Pada prinsipnya Tunas Siliwangi memiliki harapan besar terhadap generasi emas yang ada di Kabupaten Bandung Barat, untuk menciptakan karakter kemandirian, karakter pendewasaan sejak usia dini,” jelasnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu nilai utama yang ingin dibangun melalui kegiatan Tunas Siliwangi. Anak-anak tidak hanya diarahkan untuk memiliki kemampuan secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang mampu menjadi bekal dalam menghadapi perkembangan zaman.
Di sisi lain, keterlibatan guru, orang tua, pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan anak yang positif.
Apresiasi Dukungan Pemkab Bandung Barat
Asep Herna juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung Barat yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan Tunas Siliwangi.
Menurutnya, dukungan dan kolaborasi berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan lancar dan tertib.
“Terima kasih juga kepada Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat yang telah menyukseskan dan ikut mendukung acara Tunas Siliwangi tersebut, sehingga dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan sukses,” ucap Asep Herna.
Ia menilai kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dunia pendidikan dan berbagai pihak lainnya perlu terus diperkuat, terutama dalam kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan generasi muda.
Bukan Sekadar Kegiatan Seremonial
Tunas Siliwangi juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak berhenti pada satu agenda atau seremoni tahunan.
Program tersebut diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang pada tahun-tahun berikutnya dengan dukungan serta keterlibatan berbagai pihak.
“Dan kegiatan ini tidak hanya tahun ini saja namun akan berlanjut ke tahun-tahun yang akan datang, karena ini program alhamdulillah sudah mendapatkan dukungan dari para pihak dan satu kebersamaan dengan pihak-pihak terkait,” tutur Asep Herna.
Keberlanjutan program menjadi penting agar pesan mengenai pendidikan karakter, kemandirian dan kreativitas tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Dengan kolaborasi yang semakin luas, Tunas Siliwangi diharapkan dapat menjadi salah satu ruang positif bagi anak-anak dan masyarakat Kabupaten Bandung Barat untuk mengembangkan potensi, memperkuat kebersamaan serta menanamkan nilai-nilai kemandirian sejak usia dini.
Sebab, membangun generasi emas bukan pekerjaan sehari. Ia dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk memberikan ruang kepada anak untuk belajar, berkarya, tampil percaya diri dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung. **(DRIV)




