
DOBO, jurnalpolisi.id
Pemerintah Pusat terus mempercepat pembangunan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kabupaten Kepulauan Aru melalui alokasi anggaran lebih dari Rp108 miliar pada Tahun Anggaran 2026. Anggaran tersebut difokuskan untuk memperkuat akses listrik dan keselamatan pelayaran di sejumlah kawasan perbatasan.
Kepala Badan Pengelola Perbatasan Kabupaten Kepulauan Aru, Imanuel Siarukin, mengatakan dana tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Perhubungan.
“Total anggaran yang dikucurkan sebesar Rp108 miliar lebih. Ini merupakan bentuk perhatian besar Pemerintah Pusat untuk mendorong percepatan pembangunan di kawasan perbatasan, khususnya di Kabupaten Kepulauan Aru,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (9/9/2026).
Menurut Imanuel, program tersebut akan difokuskan pada tiga kecamatan yang masih masuk kategori wilayah 3T. Dari sektor energi, Kementerian ESDM mengalokasikan anggaran lebih dari Rp54 miliar untuk pembangunan jaringan listrik di Kecamatan Aru Selatan Timur, lebih dari Rp26 miliar untuk Kecamatan Sir-Sir, serta lebih dari Rp24 miliar untuk Kecamatan Aru Tengah Timur.
Selain pembangunan jaringan listrik, Kementerian Perhubungan juga mengalokasikan anggaran lebih dari Rp2 miliar untuk pembangunan fasilitas navigasi pelayaran berupa lampu suar sistem single pipe di jalur masuk Pelabuhan Kobror, Kecamatan Aru Tengah Timur.
Imanuel berharap program lintas kementerian tersebut dapat mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah perbatasan. Menurutnya, peningkatan akses listrik dan keselamatan transportasi laut tidak hanya memperkuat konektivitas antardaerah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Pembangunan ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan dasar kepada masyarakat, memperkuat aktivitas ekonomi, sekaligus mempertegas kehadiran negara di wilayah perbatasan dan kawasan 3T,” katanya.
Dengan dukungan anggaran yang mencapai lebih dari Rp108 miliar, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru berharap kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil dapat terus diperkecil, terutama di kawasan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.
_Bosco korisen




