
BALIKPAPAN jurnalpolisi.id
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., memberikan penghargaan kepada Tiga Pilar Kelurahan Muara Rapak, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, atas keberhasilan meraih Juara I Lomba Tiga Pilar Kamtibmas Tingkat Nasional Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolda Kaltim saat memimpin apel pagi di Lapangan Mapolda Kaltim, Balikpapan, Senin (24/8/2026). Apel tersebut turut dihadiri Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo, S.H., M.Han., Irwasda Kombes Pol. Aloysius Suprijadi, S.I.K., M.H., M.Han., para pejabat utama Polda Kaltim, serta seluruh personel Polri dan ASN di lingkungan Polda Kaltim.
Tiga Pilar Kelurahan Muara Rapak yang menerima penghargaan tersebut masing-masing Bhabinkamtibmas Aiptu Suprapto, S.H., Babinsa Serka Zainuddin, dan Plt. Lurah Muara Rapak Danu Jatmoko.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Polri, TNI, dan pemerintah di tingkat kelurahan mampu memberikan dampak nyata dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga.
Keberhasilan Tiga Pilar Muara Rapak menembus persaingan tingkat nasional juga menjadi kebanggaan bagi Kalimantan Timur.
Prestasi itu sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya ditentukan oleh aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah dan masyarakat.
Kapolda Kaltim memberikan apresiasi atas dedikasi dan konsistensi ketiga unsur tersebut dalam membangun komunikasi serta koordinasi di tengah masyarakat. Sinergi yang terjalin dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendeteksi berbagai persoalan sosial maupun potensi gangguan keamanan sejak dini.
Keberadaan tiga pilar di tingkat kelurahan memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Bhabinkamtibmas dan Babinsa dapat menjadi penghubung antara masyarakat dengan institusi negara, sementara pemerintah kelurahan berperan menggerakkan pelayanan serta partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Kolaborasi tersebut memungkinkan berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat diidentifikasi lebih cepat dan ditangani secara terpadu dengan mengedepankan pendekatan dialogis, persuasif, serta penyelesaian masalah secara bersama-sama.
Sinergi Tiga Pilar Diperkuat Hadapi Karhutla
Selain memberikan penghargaan, apel pagi tersebut juga menjadi momentum bagi Kapolda Kaltim untuk menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh jajaran dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Upaya pencegahan karhutla tidak dapat dilakukan hanya ketika api sudah muncul.
Langkah antisipasi harus dimulai sejak dini melalui pemetaan wilayah rawan, patroli, pemantauan titik api, penyampaian edukasi kepada masyarakat, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
Dalam konteks tersebut, pola kerja Tiga Pilar seperti yang ditunjukkan Kelurahan Muara Rapak dinilai relevan untuk diterapkan dalam menghadapi berbagai tantangan di daerah, termasuk ancaman karhutla.
Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang berada di tengah masyarakat memiliki peran penting dalam menyampaikan imbauan serta mendeteksi potensi kerawanan.
Sementara pemerintah kelurahan dapat mengoptimalkan peran masyarakat dan perangkat wilayah untuk mendukung langkah-langkah pencegahan.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian yang tidak kalah penting. Warga diharapkan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan secara sembarangan.
Informasi mengenai kemunculan titik api juga perlu segera disampaikan kepada petugas agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Penguatan koordinasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, perangkat kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan bencana yang efektif.
Juara Nasional Jadi Motivasi
Penghargaan yang diterima Tiga Pilar Muara Rapak diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian seremonial. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas sinergi di tengah masyarakat.
Model kolaborasi yang telah dilakukan Tiga Pilar Muara Rapak juga dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kalimantan Timur dalam membangun sistem keamanan berbasis kebersamaan.
Keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi yang baik, koordinasi yang konsisten, kepedulian terhadap persoalan warga, serta kecepatan dalam merespons berbagai potensi gangguan merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah, termasuk potensi karhutla dan gangguan keamanan lainnya, keberadaan Tiga Pilar menjadi semakin strategis.
Polri, TNI, dan pemerintah di tingkat kewilayahan dituntut tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga aktif melakukan pencegahan dan membangun kesadaran masyarakat.
Prestasi Tiga Pilar Kelurahan Muara Rapak di tingkat nasional menjadi gambaran bahwa sinergi yang dibangun dari tingkat paling dekat dengan masyarakat dapat menghasilkan prestasi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga.
Polda Kaltim pun terus mendorong seluruh jajaran untuk memperkuat kolaborasi dengan TNI, pemerintah daerah, stakeholder terkait, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan serta menghadapi berbagai potensi bencana.
Dengan semangat kebersamaan dan kerja sama lintas sektor, berbagai potensi gangguan di wilayah Kalimantan Timur, termasuk karhutla, diharapkan dapat dideteksi dan dicegah lebih dini sehingga tidak berkembang menjadi bencana yang menimbulkan kerugian lebih besar bagi masyarakat, lingkungan, maupun pembangunan daerah.
Prestasi Tiga Pilar Muara Rapak akhirnya bukan sekadar sebuah gelar juara nasional, melainkan menjadi bukti bahwa kekuatan sinergi di tingkat masyarakat mampu menjadi fondasi penting dalam menjaga keamanan, mencegah bencana, dan membangun pelayanan publik yang semakin dekat dengan warga.
( Alfian)



