
Toba, jurnalpolisi.id
SMA Swasta Bintang Timur Balige (SMA Swasta BTB) terus memperkuat komitmennya dalam membangun pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai iman, kasih persaudaraan, prestasi, serta kepedulian terhadap lingkungan. Hal tersebut disampaikan Kepala SMA Swasta BTB, Fr. Nisensius Mety, CMM., S.Pd., dalam momentum Dies Natalis ke-70 SMA Swasta BTB, Jumat (14/8/2026).
Fr. Nisensius menjelaskan, visi SMA Swasta BTB adalah membangun modal ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berlandaskan iman dan kasih persaudaraan serta memiliki wawasan lingkungan. Visi tersebut menjadi dasar dalam penyelenggaraan berbagai program pendidikan dan pengembangan peserta didik. Menurutnya, visi tersebut bertolak dari semangat pendidikan Santo Yohanes Bosco yang menekankan iman, ilmu pengetahuan dan persaudaraan, sekaligus berkolaborasi dengan perkembangan kurikulum dan pendekatan pembelajaran terbaru, termasuk deep learning, serta semangat menjaga lingkungan sebagaimana pesan ensiklik Laudato Si’.
Dari visi dan misi ini kami menerjemahkannya ke dalam setiap program. Setiap program memiliki capaian pengembangan dengan prinsip tiga P, yaitu penampilan, pelayanan dan prestasi,” ujar Fr. Nisensius.
Ia menambahkan, keberadaan alumni juga memiliki peranan penting bagi keberlangsungan dan perkembangan sekolah. Alumni tidak hanya dipandang sebagai mantan siswa, tetapi tetap menjadi bagian dari keluarga besar SMA Swasta BTB dan diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi peserta didik melalui keberhasilan serta pengabdian mereka di tengah masyarakat.
Saat ini, para alumni turut memberikan dukungan terhadap berbagai program pengembangan sekolah, termasuk pengembangan siswa dan guru, digitalisasi pembelajaran, serta program jangka pendek maupun jangka panjang lainnya. Pihak sekolah juga telah menyampaikan sejumlah proposal kepada alumni untuk dapat ditindaklanjuti secara bersama-sama. Memasuki usia ke-70 tahun, Fr. Nisensius berharap kebersamaan antara sekolah, alumni dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga visi dan misi SMA Swasta BTB dapat diwujudkan secara berkelanjutan.
Terkait pelaksanaan kegiatan Dies Natalis ke-70, Fr. Nisensius menilai seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sangat luar biasa. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, mulai dari pelaksanaan pawai, perjalanan, acara pembukaan hingga kegiatan utama. Apresiasi juga disampaikan kepada pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan atas dukungan yang diberikan, serta secara khusus kepada Pemerintah Kabupaten Toba yang telah memfasilitasi berbagai kebutuhan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Fr. Nisensius juga menyampaikan terima kasih atas perhatian Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, Bupati menunjukkan perhatian yang luar biasa terhadap SMA Swasta BTB, bahkan di tengah kondisi kesehatan yang kurang baik tetap menerima kedatangan pihak sekolah, memberikan dukungan dan menanyakan hal-hal yang dapat difasilitasi pemerintah daerah. Ia menilai perhatian tersebut menunjukkan bahwa keberadaan SMA Swasta BTB memiliki arti penting bagi Kabupaten Toba, terlebih sekolah yang telah berusia 70 tahun itu telah memberikan sumbangsih dalam mencetak putra-putri terbaik daerah yang kemudian berkarya di berbagai bidang, termasuk di tingkat nasional dan internasional.
Lebih lanjut, Fr. Nisensius menegaskan bahwa pembangunan Toba, Tapanuli Raya, Sumatera, Indonesia hingga dunia dapat dimulai dari pendidikan yang baik. Ia mencontohkan adanya alumni SMA Swasta BTB yang telah menjadi profesor dan berkarya di Amerika Serikat, termasuk di lingkungan NASA, meskipun informasi lebih detail mengenai nama dan bidang keilmuannya masih akan dikonfirmasi untuk memastikan akurasi informasi. Ia berharap ke depan SMA Swasta BTB semakin maju dengan tetap berpegang pada tiga landasan pendidikan, yakni Fides, Scientia, et Fraternitas atau iman, ilmu pengetahuan dan persaudaraan, sebagai dasar seluruh proses pendidikan di sekolah.(JUV)




