
BANYUWANGI, jurnalpolisi.id
Kompleksitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menuntut tata kelola yang semakin tertib dan akuntabel. Menjawab tantangan itu, BPKAD Kabupaten Banyuwangi meluncurkan inovasi “SIGAP” Sistem Integrasi Pendapatan Dan Belanja Terikat.
Inovasi strategis ini digagas oleh Henry Januar Bayuangga, Kabid Anggaran BPKAD Banyuwangi, sebagai bentuk aksi perubahan dalam mewujudkan keuangan daerah yang transparan dan terkendali.
Saat ini Pemkab Banyuwangi mengelola beragam sumber pendapatan dengan ketentuan berbeda-beda. Ada DAK, DBH, Dana Insentif Fiskal, hibah, Bantuan Keuangan, hingga pendapatan lain yang bersifat mengikat dan wajib dipertanggungjawabkan sesuai peruntukannya.
Tanpa sistem pencatatan yang terintegrasi, pemantauan penggunaan dana-dana tersebut menjadi sulit. Posisi kas per sumber dana tidak terpantau secara real time, proses rekonsiliasi terhambat, dan risiko ketidaksesuaian penggunaan pun meningkat.
“Kelemahan pengendalian internal sering terjadi karena belum adanya mekanisme tagging sumber dana yang menyeluruh. Padahal akurasi data ini penting untuk akuntabilitas,” ujar Henry Januar Bayuangga.
SIGAP hadir sebagai solusi. Sistem ini mengintegrasikan mekanisme tagging sumber dana di setiap tahapan pengelolaan keuangan mulai dari Penganggaran, Penatausahaan, Pencairan, hingga Pelaporan.
Dengan SIGAP, BPKAD menargetkan 4 hal utama,Berikut Sunsusnan penting dari SIGAP.
1.Pertama tertib Administrasi Kas. Memastikan setiap rupiah tercatat sesuai sumbernya.
2.Pengendalian Internal Kuat Meminimalisir kekeliruan penggunaan dana.
3.Kesesuaian Peruntukan: Menjamin dana digunakan sesuai ketentuan.
4.Transparansi & Akuntabilitas Laporan keuangan lebih akurat dan dapat di pertanggung jawab kan.
SIGAP bukan hanya soal teknologi. Ini adalah perubahan menyeluruh: dari perbaikan proses bisnis, penguatan kapasitas SDM, hingga penanaman budaya kerja terintegrasi di lingkungan pengelolaan keuangan.
“Pengendalian defisit APBD bukan hal sepele. Ini menyangkut stabilitas fiskal daerah, kelancaran pembangunan, dan keberlanjutan keuangan ke depan,” tegas Henry.
Melalui SIGAP, Banyuwangi membuktikan komitmennya pada good governance. Inovasi ini adalah bukti nyata langkah menuju Banyuwangi yang Tertib Administrasi dan Akuntabel.
Banyuwangi, 13 Agustus 2026.
Jurnalis: Boby




