
Pancur Jaya, jurnalpolisi.id
4 Agustus 2026 – Pengabdian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 di Desa Pancur Jaya, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, resmi berakhir setelah berlangsung selama 42 hari. Momen perpisahan yang digelar pada Kamis (30/7/2026) di Aula Kantor Desa Pancur Jaya berlangsung hangat dan penuh haru sebagai penutup rangkaian kegiatan pengabdian yang dimulai sejak 20 Juni 2026.
Acara diawali dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh mahasiswa Kukerta oleh Penjabat (Pj.) Kepala Desa Pancur Jaya, dr. Nelya Sasmita, didampingi Sekretaris Desa Fery Permana, serta disaksikan perangkat desa dan masyarakat. Penyerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi mahasiswa dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat selama berada di desa.
Kelompok Kukerta Berdampak UNRI 2026 di Desa Pancur Jaya terdiri atas sepuluh mahasiswa lintas disiplin ilmu, yakni Puput Savitri (Ilmu Pemerintahan), Nabila Chania Abda (Ilmu Komunikasi), Norhidayah (PGPAUD), Gidion Martin Sihite (Kehutanan), Halif Safrizal (Pendidikan Kimia), Winda Juni Lestari Pakpahan (Ilmu Komunikasi), Sopia Pasaribu (Manajemen Sumber Daya Perairan), Indriani (Fisika), Muhammad Faqih Mustafiq (Ilmu Komunikasi), dan Syfa Adistyaningsih (Bimbingan dan Konseling). Seluruh kegiatan didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Dadang Mashur, S.Sos., M.Si.
Selama masa pengabdian, mahasiswa berhasil merealisasikan berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Program tersebut meliputi pemasangan reflektor jalan, lokakarya pembuatan lilin aromaterapi dan budidaya maggot berbahan limbah organik, pelatihan pembuatan masker kelor, edukasi minuman probiotik teapache dan kombucha, sosialisasi anti-bullying, pelatihan ecoprint dan pembuatan totebag, edukasi pencegahan pelecehan seksual pada anak usia dini melalui pengenalan area privasi, pengadaan tong sampah beserta plang edukasi, pemetaan desa, hingga digitalisasi UMKM melalui sosialisasi dan pembuatan QRIS.

Selain program utama, mahasiswa juga menghadirkan inovasi berupa barcode kritik dan saran di Kantor Desa Pancur Jaya. Kegiatan pendukung lainnya mencakup sosialisasi mengenai gaya berbusana sopan sesuai kearifan budaya lokal serta survei potensi wisata Pulau Sondek yang akan dikembangkan melalui media video animasi sebagai promosi wisata pemancingan udang galah.
Dalam sambutannya, Pj. Kepala Desa Pancur Jaya, dr. Nelya Sasmita, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama melaksanakan Kukerta.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada anak-anak Kukerta yang telah banyak membantu selama berada di desa. Semoga seluruh program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, membangun Desa Pancur Jaya menjadi lebih baik, dan terus berkelanjutan,” ujarnya.
Suasana perpisahan semakin mengharukan saat diputar video dokumentasi yang menampilkan perjalanan pengabdian mahasiswa bersama masyarakat, perangkat desa, dan anak-anak Desa Pancur Jaya. Tayangan tersebut menjadi pengingat atas kebersamaan yang telah terjalin selama lebih dari satu bulan.
Mewakili seluruh anggota kelompok, Syfa Adistyaningsih menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat.
“Kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Pancur Jaya yang telah menerima kami dengan tangan terbuka. Terima kasih juga kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung kami selama pelaksanaan Kukerta,” ungkapnya.
Perwakilan mahasiswa lainnya, Indriani, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah desa yang telah membimbing dan mendampingi mereka selama menjalankan pengabdian.
“Terima kasih kepada Ibu Pj. Kepala Desa, Bapak Fery Permana, dan seluruh perangkat desa yang telah membimbing, mendampingi, serta mengayomi kami. Pengalaman ini akan menjadi kenangan yang sangat berharga bagi kami,” tuturnya.
Suasana haru sempat mencair ketika Puput Savitri selaku pembawa acara nonformal menutup sesi penyampaian kesan dan pesan dengan candaan yang mengundang tawa hadirin.
“Mungkin kesan dan pesan cukup diwakili oleh dua orang saja. Kalau semuanya berbicara, sepertinya nanti malah semuanya ikut menangis,” ujarnya.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, diikuti pelukan hangat, jabat tangan, dan ucapan perpisahan antara mahasiswa dan masyarakat. Berakhirnya masa Kukerta bukan menjadi akhir dari kebersamaan, melainkan awal dari hubungan silaturahmi dan kolaborasi yang diharapkan terus terjalin demi kemajuan Desa Pancur Jaya di masa mendatang.(Asmadi)




