
SURABAYA – jurnalpolisi.id
Peristiwa cekcok antarwarga yang diduga berujung pada tindak kekerasan fisik terjadi di kawasan Tambak Asri, Surabaya. Kasus tersebut kini tengah dalam penanganan pihak Polsek Krembangan Surabaya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, insiden bermula dari kesalahpahaman antara dua warga yang bertetangga. Perbedaan pendapat tersebut kemudian berkembang menjadi adu mulut sebelum akhirnya diduga berujung pada aksi kekerasan fisik.
Pihak pelapor yang berinisial R mengaku mengalami sejumlah luka akibat peristiwa tersebut. Sementara itu, terlapor dalam laporan polisi diketahui berinisial S.
Menurut keterangan yang disampaikan keluarga korban, R mengalami cedera pada bagian kepala sehingga harus menjalani pemeriksaan CT Scan di rumah sakit. Hasil pemeriksaan medis, menurut pihak keluarga, menunjukkan adanya gumpalan darah di kepala. Selain itu, korban juga disebut mengalami cedera pada bagian leher dan dada yang masih menimbulkan rasa nyeri. Kondisi tersebut saat ini masih dalam pemantauan tenaga medis.
Keluarga korban juga menyampaikan penilaian terhadap sikap pengurus lingkungan setempat. Mereka menilai pengurus RT belum bersikap netral dalam menyikapi persoalan tersebut. Menurut keluarga, pengurus lingkungan diharapkan dapat berperan sebagai mediator untuk membantu meredakan konflik antarwarga.
Terkait penilaian tersebut, hingga berita ini diterbitkan, pengurus RT yang dimaksud belum memberikan keterangan atau tanggapan. Redaksi membuka ruang hak jawab apabila pihak yang bersangkutan ingin memberikan klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Kasus ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan saat ini masih dalam proses penanganan oleh Polsek Krembangan Surabaya. Keluarga korban berharap proses hukum dapat berjalan secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi lengkap maupun hasil penyelidikan atas laporan tersebut. Redaksi juga belum memperoleh konfirmasi dari pihak terlapor terkait dugaan yang disampaikan dalam laporan.
(Tim Investigasi Jatim)




