
PENAJAM PASER UTARA jurnalpolisi.id
Polres Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan sebagai langkah strategis membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas), kepolisian menggandeng para kepala sekolah dasar untuk menanamkan nilai disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Peningkatan Mutu Kepala Satuan Pendidikan Dasar (K3SPD) Kecamatan Penajam Tahun 2026 yang berlangsung di SDN 40 Penajam, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan dipimpin Kasat Lantas Polres PPU AKP Dedik I. Prasetyo, S.H., M.H., serta dihadiri Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten PPU Zainudin, S.Pd.I. mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Ketua K3SPD Kabupaten PPU M. Yani, S.Pd., Kepala SDN 40 Penajam Abdurahman, S.Pd., dan seluruh kepala sekolah dasar se-Kecamatan Penajam.
Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU melalui Kasat Lantas AKP Dedik menegaskan bahwa pembentukan budaya tertib berlalu lintas harus dimulai sejak anak-anak berada di bangku sekolah.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang disiplin, taat hukum, dan peduli terhadap keselamatan.
“Kesadaran berlalu lintas tidak terbentuk secara instan.
Dibutuhkan edukasi yang berkesinambungan melalui sinergi antara kepolisian, sekolah, dan orang tua agar budaya keselamatan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar AKP Dedik.
Ia menambahkan, Polres PPU berkomitmen mendukung dunia pendidikan melalui berbagai program pembinaan yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa tentang aturan lalu lintas, tetapi juga membangun karakter kepemimpinan, tanggung jawab, dan disiplin.
Dalam kesempatan tersebut, Satlantas Polres PPU memaparkan sejumlah program prioritas yang akan dilaksanakan bersama sekolah, di antaranya sosialisasi keselamatan berlalu lintas, penguatan Program Polisi Cilik (Pocil), serta pembentukan dan pengembangan Patroli Keamanan Sekolah (PKS).
Program Polisi Cilik dijadwalkan berlangsung pada September 2026 sebagai wadah pembinaan karakter bagi pelajar melalui pelatihan kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, serta pemahaman mengenai etika dan aturan berlalu lintas.
Sementara itu, Program Patroli Keamanan Sekolah (PKS) diharapkan mampu meningkatkan partisipasi aktif pelajar dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, tertib, dan berbudaya keselamatan.
AKP Dedik menilai keterlibatan tenaga pendidik memiliki peran penting dalam menekan angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak-anak dan remaja. Dengan dukungan sekolah, pesan-pesan keselamatan akan lebih efektif diterapkan dalam kehidupan sehari-hari para siswa.
Para kepala sekolah yang hadir menyambut baik program tersebut dan menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Polres PPU dalam mengintegrasikan edukasi keselamatan berlalu lintas ke lingkungan sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Melalui kolaborasi ini, Polres Penajam Paser Utara berharap lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kesadaran hukum, disiplin, serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi dalam memperkuat kemitraan dengan dunia pendidikan guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), sekaligus mendukung terciptanya budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di Indonesia.
( Alfian )




