
PENAJAM PASER UTARA jurnalpolisi.id
Polres Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memastikan seluruh makanan yang diproduksi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Polres PPU memenuhi standar keamanan pangan sebelum didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Pengawasan tersebut dilaksanakan melalui sinergi Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam), Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes), serta Seksi Pengawasan (Siwas) Polres PPU di Gedung SPPG Kemala Bhayangkari Polres PPU, Senin (13/7/2026).
Kegiatan dipimpin Kanit Paminal Polres PPU IPTU Jusman Kasmily bersama personel Sipropam, Sidokkes, dan Siwas. Tim melakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan setiap menu makanan diproduksi sesuai standar kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas gizi sebelum disalurkan kepada para penerima manfaat.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas melakukan uji organoleptik dengan menilai kualitas makanan berdasarkan rasa, aroma, warna, tekstur, dan penampilan. Selain itu, dilakukan pula pengujian menggunakan Food Safety Test Kit guna mendeteksi kemungkinan adanya kandungan bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, nitrit, arsenik, maupun sianida.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh menu makanan dinyatakan memenuhi standar keamanan pangan. Tidak ditemukan kandungan zat berbahaya sehingga makanan dinilai aman, sehat, dan layak dikonsumsi serta siap didistribusikan sesuai jadwal kepada seluruh penerima manfaat.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara, S.I.K., M.M., M.Tr.SOU., melalui Ps. Kasidokkes Polres PPU AIPTU Yoshua menegaskan bahwa pengawasan keamanan pangan merupakan bagian dari komitmen Polres PPU dalam mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi nasional.
“Kami berkomitmen memastikan setiap makanan yang diterima para penerima manfaat memiliki kualitas terbaik, bergizi seimbang, higienis, dan aman untuk dikonsumsi.
Pengawasan ini merupakan bentuk tanggung jawab kami agar program pemenuhan gizi dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Kemala Bhayangkari Polres PPU, Yoggi Adjie Nugroho, S.Pd., menjelaskan bahwa proses pengolahan makanan melibatkan tenaga ahli gizi bersama 30 orang karyawan yang bekerja sesuai standar operasional prosedur, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga pengemasan dan distribusi.
Pada pelaksanaan hari itu, SPPG Kemala Bhayangkari Polres PPU menyiapkan sebanyak 1.311 porsi makanan bergizi yang didistribusikan kepada siswa di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK Kemala Bhayangkari, SDN 038 Penajam, SMP Negeri 21 Penajam, SMAN 8 Penajam, MTs, hingga kelompok penerima manfaat lainnya, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta sejumlah Posyandu dan Tempat Penitipan Anak (TPA) di wilayah Penajam.
Menu yang disajikan terdiri atas kentang panggang, ayam goreng, tempe, tumis wortel dan jagung, serta buah melon. Seluruh menu disusun berdasarkan rekomendasi ahli gizi dengan porsi yang disesuaikan menurut kebutuhan masing-masing kelompok penerima manfaat, sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi harian secara optimal.
Selain memastikan kualitas makanan, tim pengawasan juga memantau proses distribusi agar makanan diterima dalam kondisi baik, higienis, dan tepat waktu. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas makanan hingga sampai ke tangan para penerima manfaat.
Pengawasan rutin yang dilakukan Polres PPU menjadi bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Melalui pengawasan yang berkesinambungan, diharapkan setiap makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga terjamin keamanan pangannya sehingga dapat mendukung pertumbuhan anak, meningkatkan kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui, serta mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Sinergi antara Sipropam, Sidokkes, Siwas, serta pengelola SPPG Kemala Bhayangkari menjadi wujud komitmen Polres PPU dalam menghadirkan pelayanan yang profesional dan memastikan setiap program yang menyentuh langsung masyarakat terlaksana secara optimal, akuntabel, dan berorientasi pada kualitas pelayanan publik.
( Alfian )




