
NYALEMBENG,- jurnalpolisi.id
12 Juli 2026 – Desa Nyalembeng menggelar kegiatan adat dan keagamaan Rawat Bumi pada 11 hingga 12 Juli 2026. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai elemen, menjadi momen persaudaraan warga untuk bersyukur atas karunia alam serta memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Penyelenggara Khotirin (Kepala Dusun Nyalembeng), dengan pelaksana sekaligus Humas Agus Prasetyo yang juga menjabat Sekretaris Desa. Penanggung jawab utama adalah Kepala Desa Nyalembeng, Bapak Kunedi.
Kehadiran Tokoh dan Tamu Undangan
Pada hari Minggu, 12 Juli 2026, acara dihadiri oleh unsur Forkopimcam Kecamatan Pulosari:
- Camat Pulosari yang diwakili stafnya
- Kapolsek Pulosari yang diwakili stafnya
- Danramil Kecamatan Pulosari yang diwakili anggotanya
Turut hadir pula para tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan organisasi kemasyarakatan keagamaan Nahdlatul Ulama dan Muslimat NU, seluruh warga Desa Nyalembeng serta warga sekitar, dan didukung penuh oleh mahasiswa KKN yang bertugas di desa tersebut.
Rangkaian Acara
Kegiatan dibuka Sabtu, 11 Juli 2026 dengan doa bersama dan upacara pemundutan Banyu Panguripan dari tujuh sumber mata air.
Berikutnya hari Minggu pukul 09.00 WIB:
- Kirab Ambeng keliling desa
- Doa dan tahlil bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat
- Pengajian umum bersama KH. Lukman Hakim dari Banjarnegara
- Doa Rawat Bumi dipimpin Ki Wahyu Eko Saputra (dalang dari Cilacap)
- Malam harinya ditutup dengan pagelaran wayang kulit oleh Ki Dalang Wahyu Eko Saputra
Tujuan Kegiatan
Kepala Desa Nyalembeng, Bapak Kunedi, menjelaskan:
“Kegiatan Rawat Bumi ini rutin dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Tujuannya sebagai wujud tasyakuran atas nikmat alam, serta memohon kepada Allah SWT agar seluruh warga senantiasa diberikan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan.”
Suasana berlangsung damai, penuh kekeluargaan, dan tertib.
Eddy Sudarto – Budi Santoso




