
Langgur, jurnalpolisi.id
Wakil Bupati Maluku Tenggara (Wabup Malra), Carlos Vialli Rahantoknam, Rabu (08/07/2026) menghadiri kegiatan Gerakan Keluarga Menanam, Berternak dan Memasarkan (GKMBM).
Kegiatan yang berlangsung tersebut digalangkan langsung oleh Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) dalam rangka percepatan produksi komuditas pangan lokal, guna mewujudkan swasembada pangan, serta untuk mengendalikan inflasi daerah.
Gerakan ini juga menjadi sangat relevan dalam wujud nyata Gereja sebagai peranan aktif bersama pemerintah khusunya di Klasis GPM Pulau-Pulau Kei Kecil dan Kota Tual.
Berdasarkan kutiban sambutan yang dibacakan Wabup Carlos Viali Rahantoknam, menekankan akan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Ditegaskan bahwa keberhasilan pembangunan merupakan hasil dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga, dunia usaha, hingga masyarakat. Oleh sebab itu, setiap program pembangunan harus dilaksanakan secara terpadu, terarah, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
“Pelaksanaan program pembangunan harus dilakukan secara konkret dan strategis agar mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,”sebut Wabup
Bahwa tantangan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri, dibutuhkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat agar setiap kebijakan dan program dapat berjalan efektif serta menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Maluku Tenggara.
Pada sektor ketahanan pangan, tambah Wabup bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama dalam mewujudkan kemandirian pangan daerah.
Untuk itu pemerintah daerah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama dalam meningkatkan produksi, distribusi, serta pemanfaatan potensi pertanian, perikanan, dan sumber daya lokal sebagai penopang ketahanan pangan.
Keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari capaian program pemerintah, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat ikut terlibat dalam setiap proses pembangunan. Karena itu, budaya gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial harus terus diperkuat sebagai modal pembangunan daerah.
Melalui semangat kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Pemkab Malra) optimistis berbagai program strategis dapat terlaksana secara maksimal.
Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan, memperkuat ketahanan pangan, serta mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dan saat ini GKMBM yang digelar Klasis Pulau – Pulau Kei Kecil dan Kota Tual yang berlangsung di Ohoi Watngil Kecamatan Hoat Sorbay itu ditandai juga dengan penanaman secara simbolis anakan cabe, serta dilakukan serentak di 14 Kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Maluku Tenggara.
Selain itu Pemkab Malra melalui Dinas Pertanian juga menyerahkan bibit cabe kepada Ketua Klasis Pulau-Pulau Kei Kecil dan Kota Tual sebagai tanda dukungan Pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan.
Hadir dalam kegiatan penanama cabe serentak yang berlangsung di Ohoi Watngil, Kecamatan Hoat Sorbay Plt Kepala Dinas Pertanian Joseph A. Dumatubun, S.E Ketua Klasisi Pulau-Pulau Kei Kecil dan kota Tual, Pndt.Ny.I.K.K Koljaan/W.,S.Th
Para Ketua Majelis Klasis Pulau – Pulau Kei Kecil dan Kota Tual, serta para pemangku kepentingan lainya dan perangkat Ohoi (Desa) Watngil.
Publish by (Melky_JPN)




