
BANYUWANGI. jurnalpolisi.id
Kemeriahan Festival Petik Laut Muncar tahun 2026 semakin lengkap dengan kehadiran jajaran Forpimka. Acara tradisi tahunan masyarakat nelayan ini dihadiri langsung oleh Camat Muncar Drs.Akhmad Kholid Askandar, bersama Kapolsek Muncar, Danramil Muncar, serta tokoh masyarakat setempat. 01-07-2026
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi
Drs. Dwi Yanto, yang mewakili Bupati Banyuwangi. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan Pemkab Banyuwangi terhadap pelestarian budaya maritim dan penguatan ekonomi pesisir.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama, prosesi larung sesajen di tengah laut, hingga pelepasan ribuan benih ikan sebagai simbol pelestarian ekosistem laut. Festival ini juga dimeriahkan karnaval perahu hias, pasar UMKM, dan pertunjukan seni rakyat yang menarik ribuan pengunjung.
Camat Muncar Drs.Akhmad Kholid Askandar. menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Petik Laut adalah identitas Muncar. Dengan sinergi Forpimka, Pemkab, dan masyarakat, kami ingin tradisi ini terus lestari, nelayan semakin sejahtera, dan Muncar jadi destinasi wisata budaya unggulan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. Dwi Yanto. menegaskan komitmen Pemkab Banyuwangi untuk terus mendorong sektor kelautan dan pariwisata pesisir.
“Kegiatan seperti ini harus dijaga karena berdampak langsung pada ekonomi warga dan promosi Banyuwangi ke dunia luar,” ungkapnya.
Festival Petik Laut Muncar 2026 mengusung tema “Warisan Budaya, Simbol Syukur,Semangat Kebaharian” dan diharapkan menjadi momentum untuk menjaga laut tetap lestari serta meningkatkan kesejahteraan nelayan.(Boby)




