Langgur, jurnalpolisi.id
Pencanangan Sensus Ekonomi (SE) Tahun 2026 Badan Pusat Statistik (BPS) di Maluku Tenggara sudah dimulai, Senin (15/06/2026).
Metodologi ataukah Sampel, ini akan menjawab data ekonomi yang akurat dan komperensif.
Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun disela – sela kegiatan launching berlangsung bahwa selama kurang lebih 7 tahun selama periodesasi dirinya menjabat sebagai Bupati baru pertama kali di tahun 2026 BPS menyelengarakan kegiatan berskala besar.
“Ini akan menjadi awal dari sebuah Sensus yang terintegritasi dengan baik,”sebut Bupati di Land Mark kota Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara.
Menurutnya kegiatan ini bukan hanya merupakan survei berbasis sampel semata, melainkan pendataan terhadap unit usaha yang menjadi cakupan Sensus Ekonomi 2026.
Bahwa Sensus Ekonomi 2026 bertujuan memotret kondisi dan struktur perekonomian daerah, termasuk jumlah, karakteristik, serta aktivitas pelaku usaha dari berbagai sektor ekonomi.
Bupati juga mempertanyakan keabsahan sensus ekonomi yang sudah dimulai itu, bahwasanya menggunakan metodologi atau hanya berupa sampel semata.
“Nah metodologinya apa, sampel, wawancara langsung atau apa..???,” tanya Bupati saat membacakan sambutanya.
Menurut kepala daerah, bahwa rekrutmen dari anak – anak muda yang cerdas, punya kemampuan akan membuat sensus mempunyai data falid. Dirinya juga mengingatkan agar jangan sampai kerja dari pada petugas yang baru saja di rektur sebanyak 94 orang tersebut hanya bersifat laporan dan tidak menggunakan data yang falid.
Pendataan mencakup usaha perorangan maupun badan usaha, mulai dari usaha mikro, usaha rumahan, perdagangan, hingga perusahaan berskala besar.
Dalam pelaksanaannya, BPS menggunakan pendekatan sensus, sehingga informasi yang dikumpulkan berasal dari unit-unit usaha yang masuk dalam cakupan pendataan.
Dikatakan kalau data dari hasil SE 2026 nantinya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, perencanaan daerah, serta menjadi kerangka bagi survei ekonomi berikutnya.
Kepala daerah juga mengingatkan kalau akurasi data sangat penting mengingat karakteristik daerah kepulauan dengan beragam aktivitas ekonomi masyarakat, sehingga partisipasi pelaku usaha dalam memberikan informasi yang benar dan sesuai kondisi usaha menjadi bagian penting dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026.
Melalui Sensus ekonomi, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Maluku Tenggara juga menegaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 menggunakan metodologi pendataan yang telah dirancang secara nasional untuk menghasilkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian daerah.
Kepala BPS Kabupaten Maluku Tenggara, Freddi Abrahams menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 bukan merupakan kegiatan survei yang hanya mengambil sebagian responden atau berbasis sampel, tetapi merupakan pendataan terhadap seluruh unit usaha yang menjadi cakupan sensus.
Sensus Ekonomi 2026 menurutnya bukan sekadar mengambil sampel, tetapi bagaimana kita mendapatkan gambaran lengkap mengenai struktur dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu tambah Freddy, BPS dalam melakukan survei membutuhkan dukungan seluruh pelaku usaha agar memberikan data yang benar, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya.
“Survei ini mebutuhkan dukungan seluruh pelaku usaha dengan memberikan data yang akurat,”ujar Kepala BPS Kabupaten Maluku Tenggara.
Menurutnya, data yang dikumpulkan dalam SE 2026 akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Dirinya menyebutkan kalau data ekonomi yang akurat akan membantu pemerintah melihat potensi daerah, mengetahui perkembangan usaha masyarakat, serta merancang program yang lebih tepat sasaran. Jangan sampai perencanaan pembangunan menggunakan data yang tidak menggambarkan kondisi riil di lapangan.
Freddy mengingatkan para pelaku usaha agar tidak memberikan data fiktif dalam proses pendataan, sebab kualitas data sensus sangat bergantung pada kejujuran dan keterbukaan
“Kami berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat menerima petugas sensus dengan baik. Berikan informasi yang sebenarnya, karena data yang dikumpulkan hari ini akan menentukan arah kebijakan ekonomi ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Maluku Tenggara menjadi momentum penting untuk memetakan potensi ekonomi daerah, termasuk sektor perdagangan, jasa, industri, dan berbagai aktivitas usaha masyarakat di wilayah kepulauan.
Publish by (Melky_JPN)