Balikpapan jurnalpolisi.id
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Bergerak (BARAK) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor DPRD Kota Balikpapan, Senin (15/6/2026). Aksi yang diikuti sekitar 170 peserta tersebut berlangsung tertib dan menjadi wadah penyampaian aspirasi terkait berbagai isu nasional maupun persoalan daerah yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat.
Massa aksi berasal dari sejumlah organisasi kemahasiswaan dan badan eksekutif mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Kota Balikpapan, di antaranya BEM Politeknik Negeri Balikpapan, BEM Institut Teknologi Kalimantan, BEM Universitas Balikpapan, BEM Universitas Mulia, PMII, HMI, GMNI, GMKI, serta sejumlah organisasi mahasiswa lainnya.
Aksi diawali dengan long march dari kawasan Simpang Tiga Balikpapan Center menuju Kantor DPRD Kota Balikpapan. Setibanya di lokasi, massa secara bergantian menyampaikan orasi dan tuntutan yang mencakup berbagai isu nasional serta persoalan yang terjadi di Kota Balikpapan.
Koordinator lapangan aksi, Wisnu Nugroho, mengatakan mahasiswa hadir untuk menyuarakan aspirasi masyarakat terkait persoalan distribusi BBM bersubsidi, pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga keamanan lingkungan.
“Kami ingin pemerintah dan para pemangku kebijakan memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama terkait distribusi Pertalite, minimnya penerangan jalan, keselamatan lalu lintas, dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujarnya dalam orasi.
Selain isu nasional, mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan daerah seperti distribusi BBM subsidi jenis Pertalite, kekurangan tenaga pendidik, minimnya penerangan jalan umum di kawasan Kilometer, maraknya parkir kendaraan berat di badan jalan, pembangunan RSUD Sayang Ibu Balikpapan Barat yang belum selesai, hingga dugaan pelanggaran lingkungan pada sejumlah proyek pembangunan.
Mahasiswa juga meminta adanya peningkatan patroli keamanan di kawasan Kilometer yang dinilai rawan tindak kriminalitas serta mendesak pemerintah mempercepat realisasi program pemasangan lampu penerangan jalan umum di titik-titik yang masih gelap.
Setelah beberapa jam menyampaikan aspirasi, massa aksi diterima oleh jajaran pimpinan DPRD Kota Balikpapan, perwakilan Pemerintah Kota Balikpapan, unsur kepolisian, serta pihak Pertamina Patra Niaga.
Wakil Ketua I DPRD Kota Balikpapan, Yono Suherman, menegaskan seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa akan ditindaklanjuti melalui rapat kerja dan koordinasi dengan instansi terkait.
Menurutnya, DPRD akan meminta data distribusi BBM dari Pertamina guna mengevaluasi kebutuhan masyarakat serta kemungkinan penambahan kuota maupun titik distribusi Pertalite di Balikpapan.
“Kami akan mengawal seluruh aspirasi yang disampaikan mahasiswa. Terkait distribusi BBM, kami akan berkoordinasi dengan Pertamina dan pemerintah daerah untuk mencari solusi yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy menegaskan pihak kepolisian siap menindak setiap pelanggaran hukum yang berkaitan dengan penyalahgunaan distribusi BBM maupun tindak kriminalitas lainnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan melalui layanan darurat 110 agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
“Terkait keamanan wilayah, kami terus meningkatkan patroli dan pengawasan. Kami juga mengharapkan partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi sehingga setiap gangguan kamtibmas dapat segera ditangani,” ujarnya.
Dari pihak Pertamina Patra Niaga, perwakilan perusahaan menjelaskan bahwa distribusi BBM subsidi dilakukan berdasarkan kuota yang ditetapkan pemerintah melalui BPH Migas. Pertamina juga menyatakan siap melakukan evaluasi dan penyesuaian distribusi apabila terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, DPRD Kota Balikpapan bersama Pemerintah Kota Balikpapan berencana memfasilitasi pertemuan lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (18/6/2026). Pertemuan tersebut akan melibatkan unsur pemerintah daerah, DPRD, Pertamina, kepolisian, serta perwakilan mahasiswa guna membahas secara lebih mendalam berbagai tuntutan yang telah disampaikan.
Aksi yang berlangsung sejak siang hingga malam hari tersebut berakhir sekitar pukul 20.50 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Pengamanan dilakukan oleh jajaran Polresta Balikpapan dengan mengedepankan pendekatan humanis sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar tanpa Gangguan keamanan yang berarti.
Aksi Aliansi Balikpapan Bergerak menjadi salah satu bentuk partisipasi publik dalam menyampaikan aspirasi terhadap berbagai isu pembangunan dan pelayanan masyarakat. Dialog yang terbangun antara mahasiswa, pemerintah daerah, DPRD, kepolisian, dan pihak terkait diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret bagi berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat Kota Balikpapan.
( Alfian )