Bandung jurnalpolisi.id
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bandung resmi memiliki nakhoda baru untuk masa bakti lima tahun ke depan. Unjang As’ari, S.Th.I, dipercaya untuk memimpin DPC PKB Kota Bandung periode 2026-2031, didampingi oleh AA Abdul Rozak sebagai Sekretaris dan Indri Rindani selaku Bendahara. Kepengurusan baru ini resmi menggantikan Erwin, yang telah menuntaskan masa kepemimpinannya dengan dedikasi tinggi selama tiga periode berturut-turut.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum krusial bagi partai berlambang bola dunia tersebut di Kota Kembang. Selain sebagai penyegaran organisasi, estafet kepemimpinan ini ditargetkan untuk memperkuat konsolidasi internal partai. Langkah taktis ini sekaligus menjadi fondasi awal dalam menyusun strategi pemenangan yang matang demi menghadapi Pemilu 2029 mendatang.
Saat ditemui awak media di sela-sela acara Bimbingan Teknis (Bimtek) DPC PKB Se-Jawa Barat pada Senin (15/6/2026) di Prime Park Hotel Bandung, Ketua DPC PKB Kota Bandung terpilih, Unjang As’ari, S.Th.I, membeberkan arah kebijakannya. Ia menegaskan bahwa langkah pertama yang akan diambil di bawah komandonya adalah memperkuat infrastruktur partai hingga ke akar rumput. Menurutnya, penguatan organisasi secara menyeluruh merupakan fondasi utama sebelum partai melangkah ke agenda politik yang lebih besar.
“Langkah awal adalah penguatan infrastruktur partai. Kami akan merapikan struktur DPC mulai dari Tanfidz, Syuro, hingga berbagai stakeholder yang selama ini menjadi bagian dari PKB. Semua harus kompak menata DPC PKB Kota Bandung yang sudah baik agar menjadi lebih baik lagi,” kata Unjang penuh optimisme.
Lebih lanjut, Unjang menjelaskan bahwa setelah jajaran kepengurusan inti terbentuk secara lengkap, PKB akan bergerak cepat melakukan konsolidasi masif. Penguatan ini tidak hanya berhenti di tingkat kota, melainkan akan langsung menyisir hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan. Saat ini, struktur kepengurusan di 30 kecamatan di Kota Bandung sebenarnya sudah terbentuk, namun penataan ulang tetap diperlukan guna memastikan mesin partai bekerja optimal.
“Kami akan terus melakukan penataan sampai ke tingkat kelurahan. Dari 30 kecamatan yang sudah terbentuk akan kita rapikan kembali, lalu mempersiapkan struktur kepengurusan ranting di 151 kelurahan. Semua ini merupakan bagian dari persiapan matang menuju Pemilu 2029,” ujarnya menambahkan.
Selain berfokus pada pembenahan internal, Unjang juga memastikan bahwa PKB akan terus membangun sinergi yang harmonis dengan Pemerintah Kota Bandung. Terlebih lagi, partai ini memiliki posisi strategis dengan adanya kader PKB yang saat ini tengah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bandung. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat.
“Kami akan berkesinambungan dengan Pemerintah Kota Bandung. PKB harus hadir sebagai partai yang benar-benar peduli dan melayani masyarakat Kota Bandung,” tutur Unjang terkait komitmen eksternal partai.
Komitmen pelayanan tersebut juga dibuktikan dengan kepastian keberlanjutan program pro-rakyat yang menyentuh sektor kesehatan dan sosial. Unjang menegaskan bahwa program Mobil Siaga dan Ambulans Gratis yang selama ini menjadi andalan PKB akan tetap dipertahankan, bahkan intensitas pelayanannya akan semakin diperkuat untuk membantu warga yang membutuhkan.
Saat ini, PKB Kota Bandung tercatat mengelola enam unit ambulans, yang terdiri dari lima unit milik Fraksi PKB DPRD Kota Bandung dan satu unit milik DPC PKB Kota Bandung. “Ambulans dan mobil siaga merupakan kewajiban mutlak bagi kami untuk melayani masyarakat Kota Bandung secara gratis. Jika memungkinkan, ke depan jumlah unitnya akan ditambah karena kebutuhan masyarakat cukup tinggi,” tegasnya.
Menutup keterangannya, Unjang mengingatkan seluruh jajaran pengurus mengenai pesan dan amanat mendalam dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin). Ia menekankan bahwa seluruh kader yang baru dilantik harus memposisikan diri sebagai pelayan dan pembela hak-hak rakyat, dengan selalu mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan.
“Amanat dari Ketum PKB, Gus Muhaimin, bahwa seluruh pengurus DPC, kader, serta DPAC yang kemarin dilantik harus menjadi kader pelayanan dan melakukan pendampingan advokasi kepada masyarakat. Yang dipikirkan adalah kepentingan bangsa dan negara, khususnya Kota Bandung milik kita bersama,” pungkasnya.
(Tanjung Hamirzen)