Banyumas, – jurnalpolisi.id
Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti didampingi Sekda Banyumas Agus Nur Hadie secara resmi membuka Gebyar Kawasan Perdesaan Wikabalung (Windujaya,Kalisalak, Baseh dan Melung) 2026 yang digelar di Lapangan Desa Windujaya, Kecamatan Kedungbanteng, pada Minggu (14/6). Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Wisata, Budaya, dan Ekonomi” ini menjadi wadah kolaborasi antar desa dalam mengembangkan potensi wisata, budaya, serta ekonomi masyarakat berbasis kearifan lokal. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Banyumas, Ketua DWP Kab Banyumas, unsur OPD terkait, unsur Forkopimcam Kedungbanteng, para Kepala Desa se-Kawasan Wikabalung, tokoh Masyarakat dan warga setempat.
Ketua Panitia sekaligus perwakilan pengelola Kawasan Perdesaan Wikabalung Agus Setiadi dalam laporannya menyampaikan bahwa Gebyar Kawasan Perdesaan Wikabalung 2026 merupakan kegiatan perdana yang diharapkan menjadi agenda rutin tahunan sekaligus dapat menjadi daya tarik wisata baru sebagai sarana promosi potensi desa dan pemberdayaan masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan rintisan yang kami harapkan dapat menjadi agenda rutin setiap tahun. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rangkaian Gebyar Kawasan Perdesaan Wikabalung akan berlangsung pada 14 hingga 28 Juni 2026 dan dilaksanakan di empat desa anggota kawasan, yakni Desa Windujaya pada 14 Juni, Kalisalak pada 21 Juni, Baseh 28 Juni, dan Melung 20-21 Juni. Menurutnya, stiap desa menyuguhkan kegiatan sesuai karakteristik dan potensi lokal masing-masing.
Agus menjelaskan untuk penyelenggaraan di Desa Windujaya, kegiatan diawali dengan jalan sehat telusur desa dan pelestarian kuliner tradisional Jenang Bumbung. Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati pertunjukan seni lengger, ebeg dan berkunjung ke bazar UMKM yang diikuti oleh warga lokal.
Sementara itu, Ia mengungkapkan bahwa desa-desa lain akan menggelar beragam kegiatan, mulai dari pertunjukan seni budaya, senam bersama, lomba menggambar anak, promosi kopi lokal, hingga tradisi budaya dan pagelaran wayang kulit.
Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan program Wikabalung Adventure, sebuah paket wisata terpadu yang menghubungkan destinasi dan potensi unggulan di empat desa kawasan Wikabalung menggunakan kendaraan Jeep.
“Kami berharap melalui paket wisata yang melintasi empat desa ini akan tercipta pergerakan ekonomi yang lebih luas, sehingga dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM dan masyarakat secara umum,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Banyumas memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, pengembangan kawasan perdesaan merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal.
“Kemajuan desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki. Kawasan Wikabalung memiliki kekayaan alam, budaya, serta produk-produk UMKM yang berpotensi menjadi kekuatan ekonomi lokal,” tuturnya
Ia menambahkan bahwa kemajuan pariwisata wisata harus tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal, dengan menjaga kelestarian alam serta lingkungan, serta menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam proses pembangunan.
“Saya berharap Gebyar Kawasan Perdesaan Wikabalung ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, menumbuhkan ekonomi masyarakat, memajukan pariwisata desa, dan merestarikan budaya lokal yang menjadi kebanggaan kita semuanya,” pungkasnya ( Arif JPN)