TEBO, jurnalpolisi.id
Di tengah gempuran modernisasi, seni tradisional justru lahir dari tangan dingin seorang pemudi di Kabupaten Tebo, Jambi. Adalah Rini Sugiyanti, seorang dara berusia 25 tahun lulusan Sarjana (S1) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, yang sukses mengakhiri stigma bahwa kesenian tradisional hanya diminati oleh generasi tua. 5/6/2026
Rini menjadi nahkoda utama sebagai pimpinan Sanggar Krisanti, wadah kreativitas seni yang berfokus pada kelestarian tari Kuda Kepang dan tari Cucuk Rampah.
Berlokasi di Jalan Teuku Umar, Sarana Agung, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, sanggar ini terus konsisten mengepakkan sayapnya sejak pertama kali didirikan pada tahun 2021 lalu.
Kolaborasi Lintas Generasi Muda
Hal yang Sanggar Krisanti ini istimewa adalah komposisi anggotanya. Jauh dari kesan kuno, sanggar ini justru digerakkan sepenuhnya oleh 11 anak muda yang memiliki semangat menyala untuk menjaga warisan leluhur.
Komposisi tim Sanggar Krisanti saat ini terdiri dari:
4 Pemuda (Laki-laki)
5 Pemudi (Perempuan)
Tingkat Pendidikan: Beragam, mulai dari pelajar SMP.SMA hingga mahasiswa Perguruan Tinggi.
Perpaduan latar belakang pendidikan Rini mumpuni dari ISI Yogyakarta—salah satu kampus seni paling bergengsi di Indonesia—dengan semangat menggebu dari para pelajar dan mahasiswa di Rimbo Bujang ini, melahirkan sebuah harmoni pertunjukan yang segar namun tetap sarat akan pakem tradisi.
”Seni tradisi seperti Kuda Kepang dan tari Cucuk Rampah tidak akan punah selama anak-anak mau menyentuh, mempelajari, dan bangga memainkannya.”
Kehadiran Sanggar Krisanti di Jalan Teuku Umar ini menjadi angin segar sekaligus bukti nyata bahwa di tangan pemudi yang tepat, seni tradisional mampu tampil sangar, berwibawa, dan tetap relevan dengan perkembangan zaman.(Yan)
Editor : Suyanto