Balikpapan jurnalpolisi.id
Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Timur terus mengintensifkan upaya pelestarian lingkungan pesisir melalui program edukasi kepada generasi muda. Salah satunya diwujudkan dengan menerima kunjungan belajar siswa-siswi SD Negeri 009 Balikpapan Kota di kawasan konservasi mangrove Ditpolairud Polda Kaltim, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan edukatif tersebut menjadi bagian dari komitmen Ditpolairud Polda Kaltim dalam membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini, khususnya terkait pentingnya menjaga ekosistem pesisir yang berperan besar dalam mendukung keseimbangan alam dan kehidupan masyarakat.
Dalam kegiatan itu, para siswa mendapatkan pembelajaran langsung dari personel Subdirektorat Patroli Ditpolairud Polda Kaltim, yakni Aipda Yudi Anjar, Aipda Taufik Ismail, Aipda Yudianto, dan Bripka Purwanto. Para personel memberikan penjelasan mengenai fungsi hutan mangrove, manfaatnya bagi lingkungan, serta peran strategis mangrove dalam mencegah abrasi pantai, menjaga habitat biota laut, dan mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir.
Tidak hanya menerima materi teori, para siswa juga diajak mengenal berbagai jenis tanaman mangrove yang tumbuh di kawasan konservasi tersebut. Mereka kemudian mengikuti praktik penyemaian bibit mangrove jenis Ceriops tagal dan Ceriops decandra, sebelum melakukan penanaman secara langsung di area yang telah disiapkan.
Kepala SD Negeri 009 Balikpapan Kota, Abdurachman, bersama para guru pendamping dan komite sekolah turut hadir mendampingi para siswa selama kegiatan berlangsung. Kehadiran pihak sekolah menjadi bentuk dukungan terhadap pendidikan berbasis lingkungan yang memberikan pengalaman belajar langsung di lapangan.
Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., melalui Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Yuliyanto, S.I.K., M.Sc., mengatakan bahwa edukasi lingkungan kepada pelajar merupakan langkah strategis untuk membangun generasi yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pelestarian alam.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar dapat memahami pentingnya ekosistem mangrove bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Kesadaran yang ditanamkan sejak dini akan menjadi modal penting dalam menciptakan generasi yang peduli terhadap kelestarian alam di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan hutan mangrove memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari gelombang dan abrasi, mangrove juga menjadi habitat berbagai jenis ikan, kepiting, dan biota lainnya yang mendukung kehidupan masyarakat pesisir.
Program edukasi ini sekaligus menjadi wujud sinergi antara institusi kepolisian dan dunia pendidikan dalam mendukung berbagai program pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Antusiasme para siswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya, mengikuti praktik penyemaian, hingga terlibat langsung dalam penanaman bibit mangrove. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah dasar.
Melalui kegiatan edukasi mangrove ini, Ditpolairud Polda Kaltim tidak hanya menjalankan fungsi perlindungan wilayah perairan dan pesisir, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kesadaran lingkungan masyarakat melalui pendekatan edukatif yang menyentuh generasi penerus bangsa.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan demi menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir untuk masa depan.
( Alfian )